KARIR Bripka Dedy Wiratama di kepolisian benar-benar tamat dengan cara paling tragis. Mantan anggota Brimob Polda Kalimantan Timur (Kaltim) ini resmi mengenakan baju tahanan berwarna oranye setelah terbukti menjadi benteng pertahanan bisnis haram.
Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri resmi menjebloskan Dedy ke ruang tahanan. Langkah tegas ini diambil seusai penyidik Subdit IV dan Satgas NIC memeriksa intensif oknum polisi tersebut.
“Selanjutnya terhadap yang bersangkutan dilakukan penahanan di Rutan Bareskrim Polri,” ujar Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, Minggu (7/6/2026).
Sebuah foto yang beredar di lingkungan Mabes Polri memperlihatkan pemandangan kontras. Dedy, yang dulunya gagah berseragam Korps Baret Biru, kini tertunduk dengan pakaian tahanan longgar.
Ia memakai rompi oranye bernomor lambung 029. Pada bagian dada, tertera tulisan Bagtahti, penanda bahwa ia kini resmi menjadi bagian dari tahanan titipan Bareskrim.
Sebelum dijebloskan ke sel ibu kota, institusinya sudah lebih dulu mengambil tindakan tanpa ampun. Polda Kalimantan Timur resmi memecatnya melalui sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) pada 2 Juni 2026.
“Sudah di-PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat),” tegas Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Yuliyanto, saat dikonfirmasi terpisah.
Peran Dedy dalam sindikat ini tergolong nekat dan sangat terorganisir. Alih-alih memberantas kriminalitas, ia justru memanfaatkan keahlian taktisnya untuk melindungi perputaran uang haram di Gang Langgar, Kota Samarinda.
Bareskrim membongkar bahwa Dedy bertugas sebagai sniper atau pengawas lapangan. Ia memantau setiap jengkal pergerakan di kawasan tersebut dari titik tersembunyi.
Dalam menjalankan misinya, sang mantan Brimob tidak bekerja sendiri. Jaringan ini menggunakan handy talky (HT) yang saling terhubung untuk memata-matai pergerakan aparat yang mendekat.
Jika ada gelagat razia atau transaksi yang mencurigakan, Dedy langsung memberi komando lewat udara. Sistem pengamanan berlapis inilah yang membuat bisnis narkotika di Gang Langgar sempat menyentuh status tak tersentuh, sebelum akhirnya runtuh di tangan Bareskrim. [DIAS]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















