MENDIDIK anak agar tumbuh sehat, berkarakter, dan jauh dari jerat narkoba mustahil jika hanya mengandalkan pihak sekolah. Pondasi paling kokoh sejatinya dimulai dari meja makan dan ruang tamu di rumah sendiri.
Menjawab tantangan tersebut, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bontang resmi meluncurkan program Kelas Orangtua. Kegiatan pembelajaran daring yang digelar secara cuma-cuma ini membidik seluruh wali murid dari 244 sekolah di Bontang, mulai jenjang PAUD, SD, hingga SMP.
Kepala BNN Kota Bontang, Lulyana Ramdani, menegaskan bahwa kesadaran orang tua dalam menerapkan pola asuh yang tepat menjadi benteng utama perlindungan anak.
"Pendidikan anak tidak bisa hanya diserahkan kepada sekolah, tetapi dimulai dari keluarga. Ini bagian dari upaya bersama agar orang tua memiliki pemahaman yang baik tentang pola pengasuhan," ujar Lulyana, Selasa (27/7/2026).
Langkah BNN Bontang ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Momentum penerimaan siswa baru tahun ajaran 2026/2027 dimanfaatkan untuk mewajibkan para orangtua murid baru mengikuti program ketahanan keluarga tersebut.
Lulyana mengungkapkan, program ini lahir dari inisiatif relawan Komunitas Hati ke Hati yang merespons jeritan pihak sekolah. Selama ini, banyak guru mengeluhkan minimnya keterlibatan orang tua yang seolah 'lepas tangan' setelah menyerahkan anak ke sekolah.
"Melalui kelas ini, pemerintah memfasilitasi agar orang tua memahami perannya. Dengan begitu, tugas guru di sekolah juga menjadi lebih ringan," kata Lulyana.
Bukan sekadar seminar formalitas, Kelas Orangtua ini dirancang maraton selama lima bulan dengan tujuh materi krusial. Orang tua bakal dibekali pemahaman soal pengasuhan positif, komunikasi efektif, pendampingan anak di era digital, hingga strategi pencegahan penyalahgunaan narkoba sejak dini.
Tak main-main, kurikulum ini juga dilengkapi tugas harian yang wajib diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sejumlah pakar dan praktisi pengasuhan anak tingkat nasional pun diboyong untuk mengisi materi.
Beberapa di antaranya yakni Ambar Sri Pratiwi (pemateri motherhood PPA), Abdul Aziz (Founder Keluarga Cerdas), Elisa Irmawati (Founder Hati ke Hati), serta Reni Murni (praktisi keluarga). Program ini turut didukung penuh oleh DP3AKB Kota Bontang dan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur.
Lulyana memastikan seluruh rangkaian kegiatan ini gratis tanpa pungutan biaya, baik untuk wali murid baru maupun masyarakat umum yang ingin belajar.
"Dengan keluarga yang kuat, kita bisa menciptakan generasi yang sehat, cerdas, berprestasi, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba," pungkasnya.
Bagi masyarakat atau orangtua yang ingin bergabung, pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui tautan resmi: https://bit.ly/pendaftarankelasorangtua2026 (*)















