PERINGATAN Hari Kesatuan Gerak (HKG) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ke-54 dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat kembali pelaksanaan 10 Program Pokok PKK. Gerakan tersebut dinilai harus tetap menjadi fondasi utama dalam membangun keluarga yang berdaya dan sejahtera sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas’ud, mengatakan peringatan HKG PKK bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Menurutnya, momentum tersebut menjadi pengingat bagi seluruh jajaran PKK, mulai dari tingkat pusat hingga Dasawisma, untuk meneguhkan komitmen dalam mengoptimalkan pelaksanaan 10 Program Pokok PKK.
“Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK yang kita laksanakan setiap tanggal 4 Maret bukan sekadar kegiatan seremonial,” ujar Nurlena saat membacakan sambutan Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat Tri Suswati Tito Karnavian pada peringatan HKG PKK ke-54 di BSCC Dome Balikpapan, Selasa (28/7/2026).
Dia menjelaskan, pada peringatan HKG PKK ke-54 tahun ini diangkat tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045.”
Tema itu menegaskan bahwa gerakan PKK harus kembali kepada jati dirinya dengan memperkuat pelaksanaan 10 Program Pokok PKK sebagai fondasi pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga.
Menurut Nurlena, PKK memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden RI melalui pembangunan berbasis keluarga yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Ia menilai keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat, namun memiliki peran paling besar dalam membentuk kualitas bangsa. Di dalam keluarga, nilai-nilai Pancasila ditanamkan, pendidikan pertama diberikan, kesehatan dijaga, ketahanan pangan dibangun, serta karakter generasi penerus dibentuk.
Karena itu, kata Nurlena, peringatan HKG PKK tidak hanya menjadi ajang refleksi atas berbagai capaian maupun kekurangan yang masih dihadapi, tetapi juga menjadi momentum memperkuat langkah gerakan PKK agar tetap fokus pada tujuan utamanya, yakni memberdayakan keluarga sebagai titik awal pembangunan bangsa.
“Seluruh aktivitas dan program yang kita jalankan harus benar-benar kembali pada esensi gerakan, yaitu memberdayakan keluarga sebagai titik awal pembangunan bangsa,” katanya.
Nurlena juga mengajak seluruh pemerintah daerah untuk terus memberikan dukungan terhadap kemajuan gerakan PKK, termasuk meningkatkan kapasitas kader sebagai agen perubahan dalam menyukseskan pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Di samping itu, dia mengungkapkan, kekuatan gerakan PKK saat ini didukung jaringan kelembagaan yang sangat besar. Berdasarkan laporan tahunan PKK 2025, terdapat 91.600 kepengurusan Tim Penggerak PKK dari tingkat pusat hingga desa dan kelurahan, dengan dukungan 2.079.639 kelompok PKK di tingkat dusun, RW, dan RT.
Seluruh jaringan tersebut digerakkan oleh 6.364.671 kader PKK yang bekerja secara sukarela dan penuh dedikasi. Menurutnya, besarnya jumlah kader tersebut menjadikan PKK sebagai salah satu gerakan masyarakat terbesar di Indonesia yang mampu menjangkau hingga tingkat rumah tangga.
Lebih lanjut, Nurlena mengatakan peringatan HKG ke-54 juga menjadi momentum untuk mengoptimalkan pelaksanaan 10 Program Pokok PKK secara terpadu dan berkelanjutan bersama pemerintah daerah sebagai kontribusi nyata menuju Indonesia Emas 2045.
Ia menyebut kepercayaan terhadap gerakan PKK juga terus meningkat. Hal itu ditandai dengan semakin luasnya kerja sama antara TP PKK dengan berbagai kementerian, lembaga, maupun organisasi kemasyarakatan, seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Badan Pangan Nasional, hingga Badan Narkotika Nasional (BNN).
Bahkan, TP PKK juga memperluas jejaring internasional melalui partisipasinya sebagai pembicara pada Forum Global Commission on the Status of Women di Markas Besar PBB.
Sebab itu, Nurlenan menilai sinergi antara PKK, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan organisasi masyarakat harus terus diperkuat agar program pemberdayaan keluarga dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Nurlena menegaskan, HKG hendaknya menjadi pengingat bahwa PKK bukan sekadar organisasi, melainkan gerakan sosial yang tumbuh bersama keluarga Indonesia.
Jadi, setiap kegiatan yang dilaksanakan harus mampu memberikan manfaat nyata, memperkuat semangat gotong royong, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Nurlena menambahkan, di tengah berbagai tantangan, termasuk bencana yang terjadi di sejumlah daerah, kehadiran kader PKK sangat dibutuhkan sebagai kekuatan sosial yang menghadirkan empati, solidaritas, dan dukungan moral bagi keluarga yang terdampak.
Di satu sisi, dirinya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan kader PKK di berbagai tingkatan yang selama ini mengabdikan waktu, tenaga, dan pikiran secara sukarela untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.
“Pengabdian para pengurus dan kader PKK mulai dari tingkat pusat hingga Dasawisma merupakan wujud nyata cinta kepada bangsa. Kerja-kerja sunyi yang dilakukan setiap hari di tengah masyarakat menjadi fondasi kokoh bagi terwujudnya Indonesia yang maju dan berkeadilan,” tuturnya.
Nurlena mengajak seluruh kader menjadikan peringatan HKG PKK ke-54 sebagai momentum memperkuat komitmen, mempererat kebersamaan, serta meneguhkan semangat pengabdian melalui penguatan 10 Program Pokok PKK, pelaksanaan Asta Cita, dan kerja yang konsisten demi terwujudnya Indonesia Emas 2045. (*)















