PERPUSTAKAAN tak lagi identik dengan rak buku dan suasana sunyi. Di Kelurahan Lok Tuan, Kota Bontang, sebuah langkah baru lahir melalui kehadiran Café Mercusuar, ruang yang memadukan literasi, kreativitas, dan pemberdayaan generasi muda.
Grand opening Café Mercusuar, Rabu (22/7/2026). Peresmian ini menjadi babak baru bagi Perpustakaan Mercusuar yang selama ini dikenal aktif mengembangkan berbagai inovasi literasi berbasis masyarakat.
Acara tersebut dihadiri Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bontang, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bontang, Camat, Lurah Loktuan, serta sejumlah tamu undangan yang memberikan dukungan terhadap pengembangan ruang literasi yang lebih inklusif.
Hadirnya Café Mercusuar bukan proses yang instan. Gagasan pembentukannya sebenarnya telah dirintis sejak 2025 pada masa lurah sebelumnya.
Saat itu, berbagai fasilitas seperti peralatan kafe, meja, dan kursi telah disalurkan melalui dukungan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim). Namun, program tersebut belum sempat berjalan dan akhirnya terhenti selama hampir satu tahun.
Memasuki kepemimpinan lurah yang baru, pengelolaan Perpustakaan Mercusuar kemudian dipercayakan kepada Sekretaris Lurah, Fadhila. Dari sinilah muncul gagasan untuk menghidupkan kembali konsep kafe sebagai bagian dari pengembangan perpustakaan.
"Angka kunjungan perpustakaan mulai menurun. Potensi anak muda di Lok Tuan juga besar, makanya kami menggandeng Karang Taruna untuk berkolaborasi," jelas Fadhila sekaligus Ketua Perpustakaan Mercusuar.
Kolaborasi itu akhirnya mempertemukan mereka dengan Hermansyah, anggota Karang Taruna yang pernah merintis usaha kafe. Meski usaha sebelumnya belum berhasil, pengalaman tersebut menjadi modal berharga untuk membangun Café Mercusuar.
Hanya dalam waktu sekira satu pekan, konsep tersebut berhasil diwujudkan melalui soft opening. Sepekan kemudian, Café Mercusuar resmi dibuka untuk masyarakat.
Fadhila melanjutkan, kehadiran Café Mercusuar bukan sekadar menghadirkan tempat menikmati kopi. Fasilitas ini menjadi bagian dari konsep perpustakaan berbasis inklusi sosial yang memberi ruang bagi masyarakat untuk belajar, berdiskusi, berjejaring, hingga mengembangkan keterampilan.
Melalui pendekatan tersebut, perpustakaan diharapkan semakin dekat dengan kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda, sehingga budaya membaca dapat tumbuh berdampingan dengan aktivitas kreatif.
Perpustakaan Mercusuar saat ini juga mencatat prestasi membanggakan. Pada 2026, perpustakaan tersebut dinobatkan sebagai Perpustakaan Terbaik Kota Bontang dan dipercaya mewakili daerah dalam lomba perpustakaan tingkat Provinsi Kalimantan Timur.
Fadhila berharap hadirnya Café Mercusuar, Perpustakaan Mercusuar berharap semakin banyak warga datang, tidak hanya untuk membaca buku, tetapi juga bertukar gagasan, berkarya, dan membangun komunitas yang lebih aktif. (*)















