SEBUAH truk Hino bermuatan sawit diduga mengalami rem blong hingga memicu kecelakaan beruntun di depan Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 23.00 Wita. Truk yang melaju dari arah Jalan Baru menuju Lapangan Merdeka itu kehilangan kendali saat melintasi Jalan Yos Sudarso sebelum menghantam sejumlah kendaraan di sekitar pintu masuk pelabuhan.
Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold HY Kumontoy melalui Kasatlantas Polresta Balikpapan Kompol Muhammad Dahlan Jauhari mengatakan, truk Hino bernomor polisi B-9417-UU yang dikemudikan Sugiono (59) mengalami gangguan pada sistem pengereman saat melintasi jalan menurun di depan Gapura Pelabuhan Semayang.
“Pada saat melintasi badan jalan menurun melewati Gapura Pelabuhan, kendaraan R-6 truk Hino nomor polisi B-9417-UU mengalami gangguan pada fungsi pengereman,” ujar Jauhari saat dikonfirmasi Kamis (23/7/2026).
Akibat gangguan tersebut, lanjut Jauhari, truk berpindah ke jalur kanan dan menabrak truk Hino bernomor polisi KT-8214-ZF yang saat itu hendak masuk ke Pintu 1 Pelabuhan Semayang.
“Setelah itu kendaraan R-6 Hino KT-8214-ZF membentur kendaraan Honda Brio yang parkir di belakang kendaraannya,” jelasnya.
Laju truk yang tidak terkendali kemudian kembali menghantam truk Hino bernomor polisi L-8011-AAA yang sedang terparkir di pinggir jalan.
Akibatnya, kata dia, benturan keras membuat truk itu berpindah posisi hingga melintang di tengah jalan. Akibatnya, kendaraan itu kembali mengenai Daihatsu Xenia bernomor polisi KT-1460-KA, sepeda motor Honda Vario KT-2443-KN, serta angkot Suzuki Carry KT-1190-KA yang saat itu juga sedang terparkir.
“Akibat kejadian tersebut, pengemudi truk Hino nomor polisi L-8011-AAA mengalami luka pada bagian kaki,” katanya.
Korban luka berat diketahui bernama Sugeng Sukarno (48), warga Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Ia menjadi satu-satunya korban luka berat dalam kecelakaan beruntun tersebut.
Selain Sugeng, enam pengemudi lain turut terlibat dalam insiden itu, yakni Sugiono, Yonas Ola Lebe, Dian Hendri Prabowo, Irwansyah, Mohammad Fadli, dan Samheji.
Jauhari menambahkan, kerugian material akibat kecelakaan tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp30 juta.
Di satu sisi, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kecelakaan diduga dipicu oleh kombinasi faktor manusia, kondisi kendaraan, dan karakteristik jalan.
“Dari faktor manusia, pengemudi kendaraan R-6 Hino B-9417-UU tidak memperhatikan kondisi kendaraannya sehingga terjadi gangguan pengereman,” ungkapnya.
Sementara itu, dari faktor jalan, lokasi kejadian merupakan ruas jalan lurus menurun, beraspal, terdiri atas dua jalur dua lajur dengan marka garis kuning utuh. Saat kejadian arus lalu lintas terpantau sedang, cuaca cerah, dan lokasi berada di kawasan pelabuhan.
Saat ini, Satlantas Polresta Balikpapan masih melakukan pemeriksaan terhadap kondisi seluruh kendaraan yang terlibat serta meminta keterangan para pengemudi untuk melengkapi proses penyelidikan dan berkas perkara kecelakaan tersebut.
Sebelumnya, Salah seorang saksi mata, M. Fadli, mengatakan dirinya bersama rekan-rekannya sedang berada di dalam area pelabuhan saat kecelakaan terjadi. Mereka sempat mendengar bunyi klakson panjang sebelum disusul suara benturan keras.

“Kami lagi bongkaran mobil di dalam. Tiba-tiba terdengar klakson panjang, terus seperti rem blong. Setelah itu langsung terdengar tabrakan beruntun. Kami semua langsung keluar,” ujar Fadli.
Saat keluar menuju lokasi kejadian, Fadli melihat sejumlah kendaraan yang sebelumnya terparkir telah mengalami kerusakan akibat dihantam truk fuso yang tak terkendali.
Menurutnya, kendaraan-kendaraan tersebut sengaja diparkir di sekitar lokasi bongkar muat karena seluruh pekerja sedang berada di dalam area pelabuhan untuk menyusun mobil yang baru diturunkan dari kapal.
“Mobil-mobil ini memang diparkir di sini. Pas kejadian kami semua sedang di dalam menyusun mobil yang baru turun dari kapal, jadi tidak ada orang di dalam kendaraan,” katanya.
Ia memperkirakan sedikitnya tujuh mobil dan tiga sepeda motor mengalami kerusakan dalam insiden tersebut. Selain itu, sebuah warung di tepi jalan juga rusak setelah dihantam truk. (*)















