KECELAKAAN lalu lintas melibat kendaraan berat kembali terjadi di wilayah Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur (Kaltim). Sebuah truk Hino 10 roda bermuatan koral diduga mengalami rem blong hingga menabrak teras rumah warga dan terguling masuk ke sungai di kawasan Jembatan Narut, Kecamatan Bengalon, Rabu (2/9/2026).
Insiden tersebut terjadi sekira pukul 15.00 WITA saat truk bernomor polisi DA 8945 KK melaju dari arah Kaliorang menuju Bengalon. Laju kendaraan berbobot besar ini tiba-tiba tak terkendali ketika melintasi jalanan yang menikung dan menurun drastis.
Kasat Lantas Polres Kutim AKP Rezky Nur Harismeihendra menjelaskan, gangguan teknis pada sistem pengereman menjadi pemicu utama pengemudi kehilangan kendali atas kendaraannya.
"Berdasarkan hasil penanganan awal di lokasi, kendaraan tersebut mengalami rem blong sehingga pengemudi tidak dapat mengendalikan laju kendaraan. Kendaraan kemudian menabrak teras rumah warga dan terguling masuk ke sungai," kata AKP Rezky, Kamis (3/9/2026).
Saksi di lokasi menyebut benturan keras sempat mengejutkan warga Dusun Sekurau Baru, Desa Persiapan Sekurau Atas. Truk yang meluncur deras menghantam bagian depan rumah sebelum akhirnya terperosok ke dalam aliran sungai di bawah jembatan.
Meski dampak benturan cukup parah hingga menghancurkan struktur bangunan teras, kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Pengemudi dan penumpang truk berhasil selamat dari maut.
Sopir truk berinisial MI mengalami luka keseleo di bagian pinggang. Penumpang berinisial SA menderita luka lecet di pelipis kanan serta kaki.
"Untuk korban jiwa nihil. Dua orang mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan," tutur Rezky.
Kondisi armada truk mengalami kerusakan fisik signifikan pada struktur utama. Bagian kabin depan penyok berat, sementara bak belakang patah akibat benturan dan hempasan ke dasar sungai. Total kerugian material akibat insiden ini diperkirakan mencapai Rp10 juta.
Kawasan Jembatan Narut di RT 16 Dusun Sekurau Baru dikenal memiliki kontur jalan berbahaya. Geometri jalan yang menikung tajam disertai kecenderungan menurun kerap menyulitkan penanganan rem pada kendaraan berat berbeban penuh.
Menyikapi kejadian ini, Satlantas Polres Kutim mengimbau seluruh perusahaan operasional dan sopir armada angkutan barang untuk memperketat pengecekan kelaikan armada sebelum mengaspal.
"Keselamatan harus menjadi prioritas. Pastikan kendaraan dalam kondisi baik dan jangan memaksakan kendaraan beroperasi apabila ditemukan gangguan teknis," imbau Rezky. (*)















