JALUR utama yang menghubungkan Kota Bontang dan Samarinda lumpuh total, Kamis (20/8/2026) siang. Kemacetan panjang terjadi setelah satu unit truk trailer bermuatan alat berat berupa ekskavator terbalik dan melintang di tengah jalan.
Peristiwa tersebut berlangsung sekira pukul 11.30 WITA di Kilometer 82, Desa Makarti, Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara. Posisi kecelakaan berada tepat di dekat Masjid Abah Anang, kawasan yang dikenal memiliki kontur jalan menanjak curam.
Dugaan sementara menyebutkan kendaraan berat itu melaju dari arah Samarinda menuju Bontang. Ketika melintasi tanjakan di Kilometer 82, mesin truk diduga tidak kuat menahan beban muatan hingga hilang kendali.
Mobil trailer itu mundur lalu melintang menutupi dua lajur jalan. Ekskavator yang berada di atas muatan terlepas, jatuh menghantam aspal, dan mengunci akses transportasi antar-kota tersebut.
Petugas Kepolisian Resor Bontang langsung mendatangi lokasi kecelakaan untuk mengatur arus lalu lintas yang mengular. Proses pemindahan badan truk dan excavator membutuhkan penanganan khusus mengingat bobot alat berat yang sangat berat.
Kasat Lantas Polres Bontang AKP Purwo Asmadi mengonfirmasi bahwa personelnya tengah berjibaku membebaskan jalan dari halangan armada tersebut.
"Saat ini tim kami berada di lapangan sedang berupaya melakukan penanganan," kata AKP Purwo Asmadi saat dikonfirmasi, Kamis (20/8/2026).
Pihak kepolisian belum merilis data resmi terkait ada atau tidaknya korban jiwa dalam insiden ini. Fokus utama petugas di lapangan saat ini adalah membuka akses jalan secepat mungkin.
Guna mengurai penumpukan kendaraan, Satlantas Polres Bontang mengimbau pengguna jalan dari arah Bontang menuju Samarinda maupun sebaliknya untuk menunda perjalanan lewat jalur poros. Pengendara disarankan mengalihkan rute perjalanan melalui jalur pesisir.
"Masyarakat yang hendak menuju Samarinda sebaiknya menggunakan jalan alternatif di daerah pesisir Muara Badak-Marangkayu," imbau Purwo.
Pengendara yang sudah telanjur berada di lintasan jalan poros diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat mendekati titik kemacetan di Kilometer 82. Hingga berita ini diturunkan, durasi evakuasi belum dapat dipastikan karena masih menunggu alat penarik tambahan. (*)















