KEBAKARAN Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur, kian meluas hingga mencapai 72 titik lokasi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Barat mencatat total luas area yang terbakar telah menembus 415,51 hektare per Rabu (19/8/2026).
Lonjakan titik api terjadi signifikan dalam beberapa hari terakhir. Jika sebelumnya hanya ditemukan dua hingga tiga titik api, kini pergerakan kebakaran melonjak hingga 9 sampai 10 lokasi baru setiap hari.
"Kalau mengkhawatirkan memang belum. Cuma sekarang yang biasanya paling 2-3 titik lokasi, sekarang sudah mencapai 9 sampai 10 titik dalam satu hari," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kubar, Suwalas Daya Guna, Kamis (20/8/2026).
Hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Kutai Barat mulai terdampak sebaran karhutla. Wilayah Kecamatan Damai dan Barong Tongkok menjadi dua area dengan tingkat kerawanan paling tinggi saat ini.
Upaya pemadaman di Kecamatan Damai menghadapi tantangan besar akibat akses jalan yang sulit dan jarak tempuh yang jauh. Api terus menjalar masuk ke area dalam hutan, membuat petugas gabungan kesulitan mendekati titik utama kebakaran.
Selain persoalan krisis akses, pasokan air untuk armada pemadam di lokasi tersebut sangat terbatas. Petugas terpaksa mengandalkan aliran Sungai Kedang Pahu karena tidak dapat menjangkau Sungai Mahakam dari posisi titik api.
Area Danau Tanjung Isuy Turut Hangus Terbakar
Data Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) menunjukkan tingkat kerusakan lahan tertinggi terjadi di Kecamatan Jempang dan Kecamatan Damai. Di Kecamatan Jempang, luasan lahan yang hangus dilalap si jago merah berkisar antara 10 hingga 15 hektare setiap harinya.
Kondisi kritis juga dilaporkan terjadi di kawasan Tanjung Isuy. Kebakaran hebat melalap area sekitar danau dan memperluas cakupan kerusakan ekosistem lokal.
"Yang paling parah kemarin di daerah Tanjung Isuy karena itu areal danau yang terbakar. Yang kedua daerah Damai. Kemudian daerah Jempang juga masih terbakar," ujar Suwalas.
Sebaran api kini mulai merambat ke kawasan utara seperti Kecamatan Long Iram. Laporan kebakaran dari petugas lapangan di Long Iram terus masuk seiring cuaca kering yang melanda wilayah Kalimantan Timur.
Armada Taktis Rusak Hambat Pemadaman
Kinerja BPBD Kutai Barat bersama personel TNI dan Polri dalam menanggulangi karhutla terganjal keterbatasan fasilitas medis dan operasional. Sejumlah kendaraan pemadam kebakaran mengalami kerusakan mekanis saat diterjunkan ke lokasi.
Dua unit armada jenis slip on dilaporkan rusak dan tidak dapat dioperasikan secara maksimal. Kondisi ini menurunkan ketangguhan personel saat harus menjangkau titik api yang berada di medan terisolasi.
"Untuk saat ini memang ada beberapa yang rusak. Kemarin dua slip on kita juga rusak. Jadi itu sangat memperparah kita, tidak bisa menangani yang dekat-dekat atau ke daerah-daerah yang jauh," tutur Suwalas.
Pihak BPBD Kubar menegaskan kebutuhan mendesak akan tambahan kendaraan taktis untuk menembus jalur-jalur ekstrem. Kerusakan armada yang dibiarkan dapat memperlambat penanganan, memicu kabut asap tebal, dan mengganggu jarak pandang warga serta pengguna jalan.
Pendataan titik api masih terus diperbarui secara berkala oleh BPBD Kubar. Mengingat potensi penambahan titik kebakaran baru yang dinamis setiap harinya, angka luasan lahan terancam terus bertambah jika penanganan terkendala sarana teknis. (*)















