ANTREAN Pertalite Balikpapan mengular hingga ke badan jalan di sejumlah SPBU, Kamis (20/8/2026). Kondisi tersebut dipicu antara lain oleh peralihan sebagian masyarakat dari Pertamax ke BBM bersubsidi.
Antrean kendaraan yang semakin panjang mulai menjadi perhatian karena berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas. Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan pun menyiapkan skema pengaturan jam pelayanan Pertalite di sejumlah SPBU.
Kepala Dishub Balikpapan Muhammad Fadli Pathurrahman mengatakan pengaturan waktu pelayanan BBM bersubsidi diperlukan agar antrean kendaraan tidak bertepatan dengan jam padat aktivitas masyarakat.
“Kita akan mengatur jam nanti, jam-jam pelayanan untuk BBM yang bersubsidi sehingga tidak mengganggu aktivitas kepadatan lalu lintas,” tutur Fadli, Kamis (20/8/2026).
Menurut Fadli, waktu pelayanan BBM bersubsidi nantinya akan dihindarkan dari jam sibuk pagi. Pada rentang tersebut, aktivitas masyarakat meningkat karena anak-anak berangkat sekolah dan warga mulai menuju tempat kerja.
“Di mana biasanya pagi hari anak-anak bersekolah dan juga ada aktivitas awal ke kantor, itu kita akan hindari nanti,” ujarnya.
Dishub Balikpapan mempertimbangkan dua rentang waktu pelayanan. Pertama, pukul 09.00 hingga 12.00 Wita, kemudian pelayanan kembali dibuka pada 20.00 hingga 23.00 Wita.
Skema tersebut disiapkan sebagai salah satu strategi untuk mengurangi antrean kendaraan sekaligus menjaga arus lalu lintas tetap bergerak.
“Mungkin itu salah satu strategi kita dalam rangka untuk mengurai kemacetan yang kita lihat sampai hari ini sudah semakin panjang,” kata Fadli.
Antrean Pertalite Balikpapan Dipicu Peralihan BBM
Panjang antrean di sejumlah SPBU juga berkaitan dengan perubahan pilihan masyarakat dalam menggunakan BBM.
Fadli menyebut sebagian warga Balikpapan yang sebelumnya menggunakan Pertamax kini beralih ke Pertalite. Perubahan pilihan tersebut ikut meningkatkan antrean pada layanan BBM bersubsidi.
“Karena banyak masyarakat Kota Balikpapan yang sebelumnya menggunakan Pertamax beralih ke Pertalite, seperti itu,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat pengaturan pelayanan menjadi salah satu langkah yang disiapkan Dishub. Pemerintah kota juga membahas kemungkinan penambahan kuota BBM bersubsidi untuk membantu mengurangi tekanan antrean di SPBU.
Sebelumnya, Pemkot Balikpapan telah melakukan rapat bersama BPH Migas dan Patra Niaga untuk membahas kondisi antrean BBM.
Dalam pembahasan tersebut, pemerintah juga mendorong penambahan kuota BBM bersubsidi. Fadli mengatakan rapat tindak lanjut akan dilakukan dalam waktu dekat, terutama untuk membahas tambahan kuota bagi kendaraan roda dua.
“Mungkin dalam waktu dekat, kita akan rapat tindak lanjut terkait masalah penambahan-penambahan kuota untuk BBM yang bersubsidi tersebut, khususnya untuk roda dua nanti,” ujarnya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah merespons antrean BBM yang terjadi di sejumlah titik. Pengaturan waktu pelayanan dan penambahan kuota menjadi dua hal yang tengah disiapkan untuk mengurai kepadatan.
Selain mengatur waktu pelayanan, sejumlah titik SPBU juga telah disiapkan untuk menjadi lokasi tambahan pelayanan.
Lokasi yang disebut antara lain SPBU di Jalan MT Haryono, tepatnya di depan Majesti, serta SPBU di kawasan Grand City.
Fadli mengatakan beberapa SPBU yang masuk dalam rencana tersebut merupakan milik pengusaha lokal di Balikpapan. Dishub akan mendorong kerja sama agar titik-titik tersebut dapat dikondisikan untuk membantu mengurai antrean BBM bersubsidi.
“Kita akan kerjasamakan tersebut, sehingga mungkin untuk di area-area tersebut kita akan kondisikan nanti,” jelas Fadli. (*)















