KEBAKARAN lahan gambut menerjang wilayah Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim), Rabu 2 September 2026. Personel Satuan Brimob Polda Kaltim yang diperbantukan di Polres Kutai Kartanegara bergerak cepat mengatasi kobaran api agar tidak meluas.
Tim Satgas Karhutla Operasi Aman Nusa II di bawah pimpinan Brigpol Febri Rahmadani diterjunkan langsung ke lokasi sesaat setelah kemunculan titik api terdeteksi. Pemadaman berfokus di Blok F 54-55 areal PT Jaya Mandiri Sukses (JMS), Desa Muara Leka.
Petualangan memadamkan api di lapangan menghadapi tantangan berat akibat struktur tanah lokasi kejadian. Karakteristik khusus tanah gambut membuat kobaran api tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga menyisakan bara tersembunyi di bawah tanah.
Proses pemadaman menuntut tingkat ketelitian dan kewaspadaan ekstra dari seluruh personel penanggulangan. Tanpa pendinginan yang menyeluruh, bara api di bawah permukaan tanah gambut sangat mudah memicu kebakaran susulan.
Meskipun menghadapi medan yang sulit, penyekatan dan pemadaman intensif berhasil mengendalikan pergerakan api. Luas areal yang terdampak akibat insiden kebakaran lahan gambut ini diperkirakan mencapai kurang lebih 2,5 hektare.
Komandan Satuan Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol. Ronny Suseno, memberikan apresiasi tinggi atas kesigapan jajarannya di lapangan.
"Lahan gambut memiliki tingkat kesulitan tersendiri dalam penanganannya. Karena itu, kecepatan respons, ketelitian dalam pemadaman, dan kesiapsiagaan personel menjadi sangat penting agar api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas," ujar Kombes Pol. Ronny Suseno.
Ronny menegaskan bahwa upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak bisa bergantung pada kepolisian semata. Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, perusahaan swasta, dan masyarakat sekitar menjadi kunci utama keberhasilan pencegahan.
Pihaknya menerbitkan imbauan keras kepada masyarakat maupun pengelola kawasan industri agar menghentikan praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar. Langkah pencegahan dinilai jauh lebih efektif ketimbang menanggulangi dampak bencana yang sudah membesar.
"Kami mengimbau seluruh masyarakat dan pihak perusahaan untuk bersama-sama menjaga lingkungan serta tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Pencegahan jauh lebih efektif sebelum api berkembang dan menimbulkan dampak yang lebih besar," tegas Ronny.
Aksi tanggap darurat di Muara Muntai ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Satbrimob Polda Kaltim dalam mendukung Operasi Aman Nusa II demi menjaga wilayah Kalimantan Timur bebas dari ancaman asap Karhutla. (*)















