PT PERTAMINA Patra Niaga memastikan pasokan Pertalite di Bontang tetap berjalan lancar untuk mengatasi antrean kendaraan di SPBU yang memanjang dalam sepekan terakhir. Kepastian ini diraih usai Pertamina menggelar rapat koordinasi bersama DPRD dan Pemerintah Kota Bontang pada Selasa (1/9/2026).
Langkah cepat ini diambil untuk memastikan kelancaran distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di wilayah Kalimantan Timur, sekaligus menjamin kebutuhan harian masyarakat tetap terpenuhi tanpa kendala.
Sales Area Manager Retail Kaltimtara PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Narotama Aulia Fajri, menjelaskan bahwa total kuota yang tersedia di Kota Bontang setara dengan penyaluran rata-rata 11 kiloliter (KL) Pertalite per SPBU setiap harinya.
"Per hari itu sekitar 11 KL," ujar Narotama.
Meski demikian, angka tersebut merupakan acuan rata-rata dan bukan alokasi kaku. Pertamina akan menerapkan pola distribusi dinamis yang menyesuaikan dengan tingkat konsumsi masyarakat di lapangan.
"Kalau demand tinggi, kita salurkan tinggi," kata Narotama menegaskan.
Strategi penyesuaian penyaluran pasokan Pertalite di Bontang ini disiapkan agar kuota BBM bersubsidi dapat bertahan dan tersalurkan secara optimal hingga penghujung tahun.
Selain fleksibilitas pasokan, Pertamina juga merespons usulan percepatan jam pengiriman pasokan Pertalite di Bontang ke setiap tangki SPBU. Pengiriman disepakati untuk dilakukan lebih awal pada shift pertama agar tidak mengganggu jam sibuk warga.
"Rentang waktunya antara jam 09.00 sampai jam 11.00 Wita," tutur Narotama.
Dengan pengiriman yang lebih cepat dan teratur, potensi penumpukan kendaraan sebelum SPBU beroperasi dapat diminimalkan.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengapresiasi inisiatif DPRD dan Pemkot Bontang yang tanggap mempertemukan seluruh pemangku kepentingan, termasuk para pengusaha SPBU.
"Tadi kita sudah membahas soal solusi dengan DPRD Bontang," ungkap Edi.
Sinergi antara regulator, penyalur, dan pengawas di daerah menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas pasokan energi masyarakat. Pertamina mengimbau warga Bontang untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan harian tanpa perlu melakukan panic buying. (*)















