OTORITAS Bandar Udara (Otban) Wilayah VII meminta seluruh pemangku kepentingan penerbangan meningkatkan kewaspadaan, Minggu (6/9/2026). Permintaan ini muncul menyusul aktivitas Gunung Anak Krakatau yang mulai mengganggu jadwal penerbangan di sejumlah wilayah, termasuk Kalimantan dan Jakarta.
Kepala Otban Wilayah VII Ferdinan Nurdin menyebut sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau berpotensi memicu keterlambatan, pembatalan, hingga perubahan rute penerbangan.
"Kami meminta seluruh pemangku kepentingan penerbangan meningkatkan kewaspadaan, pemantauan, dan koordinasi terhadap potensi dampak sebaran abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau," kata Ferdinan.
Ia menambahkan, maskapai dan penyelenggara bandara perlu bersiap menghadapi kemungkinan pengalihan rute maupun perubahan jadwal secara mendadak. Keselamatan penumpang, tegas Ferdinan, tetap berada di atas segalanya.
Efek dari aktivitas Gunung Anak Krakatau ini tidak berhenti di sekitar Selat Sunda. Berdasarkan data Otban Wilayah VII per 6 September 2026, gangguan sudah dirasakan di sejumlah bandara di Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.
Di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, penerbangan Garuda Indonesia GA561 rute Balikpapan-Jakarta yang semula dijadwalkan lepas landas pukul 06.20 WITA molor hingga pukul 10.35 WITA.
Nasib lebih buruk dialami penumpang Pelita Air IP602 rute Jakarta-Balikpapan. Penerbangan dengan jadwal kedatangan pukul 16.15 WIB itu resmi dibatalkan. Dua penerbangan lain dari Balikpapan menuju Jakarta, yakni Citilink QG439 dan Pelita Air IP603, mengalami nasib serupa.
Beberapa maskapai lain masih bertahan di jadwal semula. Batik Air ID6253 dan empat penerbangan Super Air Jet — IU601, IU607, IU603, dan IU609 — rute Balikpapan-Jakarta tetap terbang dengan tingkat keterisian penumpang 86 hingga 93 persen.
Gangguan akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau tidak hanya menyasar Balikpapan. Di Bandara APT Pranoto Samarinda, penerbangan Batik Air ID6257 rute Samarinda-Jakarta dibatalkan. Bandara Kalimarau Berau juga mencatat pembatalan penerbangan Batik Air ID6430-ID6431 rute Jakarta-Berau-Jakarta.
Kondisi serupa merambat ke Kalimantan Tengah. Di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, tiga penerbangan menuju Jakarta batal terbang: Batik Air ID6201, Garuda Indonesia GI551, dan Super Air Jet IU651.
Bandara Iskandar Pangkalan Bun turut terdampak. Penerbangan Batik Air rute Jakarta-Pangkalan Bun pergi-pulang serta sejumlah penerbangan Nam Air dari dan menuju kota itu dibatalkan.
Di Bandara H Asan Sampit, penerbangan Nam Air IN242 rute Surabaya-Sampit dan Super Air Jet IU350 rute Jakarta-Sampit tidak jadi terbang. Penerbangan sebaliknya, Nam Air IN243 dan Super Air Jet IU351, juga dibatalkan.
Dampak paling mencolok terjadi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK). Operasional penerbangan di bandara tersibuk di Indonesia ini sempat dihentikan sementara pada pukul 08.36 hingga 13.30 WIB sebagai langkah mengutamakan keselamatan penerbangan.
Penghentian ini menegaskan skala gangguan yang ditimbulkan aktivitas Gunung Anak Krakatau terhadap ruang udara nasional, tidak terbatas pada wilayah di sekitar gunung tersebut.
Menyikapi kondisi ini, Otban Wilayah VII menerbitkan imbauan resmi peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap dampak sebaran abu vulkanik. Maskapai diminta mengantisipasi kemungkinan pembatalan, penundaan, perubahan rute, hingga pengalihan penerbangan, khususnya untuk rute dari dan menuju CGK.
Penyelenggara bandara juga diwajibkan memastikan kesiapan fasilitas, personel, dan prosedur pelayanan jika gangguan penerbangan berlanjut atau jumlah penumpang terdampak meningkat.
Bagi calon penumpang, Otban mengimbau agar selalu mengecek status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum berangkat menuju bandara.
Otban Wilayah VII kembali menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama di tengah ketidakpastian dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dalam beberapa hari mendatang. (*)
















