WAKIL Wali Kota Bontang, Agus Haris, memastikan insentif bagi ketua RT dan penggiat keagamaan tetap direalisasikan meski daerah tengah menghadapi keterbatasan anggaran. Penegasan itu ia sampaikan saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Jami Baiturrahim, perumahan BTN KCY, Sabtu 5 September 2026.
Di hadapan jemaah, Agus Haris menegaskan Pemkot Bontang bertekad mengimplementasikan keteladanan Rasulullah SAW dalam menjalankan roda pemerintahan. Aparatur negara, katanya, harus memposisikan diri sebagai abdi yang melayani rakyat, bukan sebaliknya.
“Yang paling penting dalam peringatan Maulid ini adalah bagaimana kita meneladani gaya kepemimpinan Rasulullah SAW. Pemerintah harus menjadi pemimpin yang melayani, bukan pemimpin yang dilayani,” tegas Agus Haris.
Insentif RT dan Penggiat Keagamaan Tetap Jadi Prioritas
Sebagai bukti konkret dari prinsip pelayanan tersebut, Pemkot Bontang memastikan janji peningkatan insentif bagi garda terdepan pelayanan publik tidak akan diingkari.
Ketua RT yang menjadi ujung tombak di tingkat lingkungan, serta para penggiat keagamaan, disebut akan terus menjadi prioritas anggaran pemerintah kota.
Agus Haris menyampaikan hal ini secara terbuka meski kondisi fiskal daerah sedang tidak longgar. Kebijakan afirmasi ini, menurutnya, adalah strategi Pemkot Bontang untuk menjaga keseimbangan antara laju pembangunan infrastruktur fisik dan penguatan fondasi spiritual masyarakat di seluruh penjuru kota.
“Pembangunan yang paling utama adalah pembangunan sumber daya manusia. Bukan hanya kecerdasan intelektual, tetapi juga aspek keagamaan agar masyarakat memiliki bekal untuk kehidupan dunia dan akhirat,” urai Agus Haris.
Pernyataan ini menegaskan arah kebijakan Pemkot Bontang yang tidak hanya mengejar pembangunan fisik, tetapi juga menempatkan pembinaan mental-spiritual warga sebagai bagian dari program prioritas.
Selain kesejahteraan perangkat lingkungan, pembentukan karakter generasi muda turut menjadi fokus intervensi kebijakan pemerintah daerah. Merespons tantangan era digital, Pemkot Bontang telah memberlakukan regulasi khusus yang melarang peserta didik membawa telepon seluler ke ruang kelas saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.
“Anak-anak harus kita siapkan agar mampu mandiri dan berdiri di atas kaki sendiri. Pendidikan bukan hanya tentang kecerdasan, tetapi juga pembentukan karakter,” kata Agus Haris menjelaskan filosofi di balik kebijakan tersebut.
Mengakhiri sambutannya, Wakil Wali Kota Bontang secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan dalam penyelenggaraan pemerintahan selama ini.
Ia juga meminta dukungan moral dari masyarakat luas agar jajaran Pemkot Bontang senantiasa diberikan keistiqamahan dalam memberikan pelayanan terbaik. (*)
















