WALI KOTA Bontang, Neni Moerniaeni, menargetkan penetapan Sekretaris Daerah (Sekda) definitif tuntas sebelum 1 Oktober 2026. Langkah ini dikebut mengingat Penjabat (Pj) Sekda saat ini, Akhmad Suharto, akan segera memasuki masa purnatugas.
Posisi Sekda Bontang merupakan jabatan strategis yang menentukan jalannya roda pemerintahan. Pejabat terpilih harus mampu mengoordinasikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sekaligus memastikan alokasi APBD sejalan dengan program prioritas pembangunan daerah.
"Targetnya sebelum bulan Oktober kandidatnya sudah harus dipilih. Karena Pj Sekda yang dijabat Akhmad Suharto akan pensiun tepat 1 Oktober," kata Neni di Bontang, Selasa (1/9/2026).
Proses seleksi saat ini telah melewati tahapan krusial. Sebanyak enam pejabat eselon II Pemerintah Kota Bontang baru saja merampungkan asesmen kompetensi manajerial pada 27–28 Agustus 2026 di Balai Pengukuran Kompetensi Pegawai BKD DI Yogyakarta.
Keenam kandidat tersebut meliputi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Heru Triatmojo, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Ahmad Yani Y, serta Kepala Dinas PUPR Much Cholis Edy Prabowo.
Turut bersaing Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sony Suwito Adicahyono, Kepala BKPSDM Sudi Priyanto, dan Direktur RSUD Taman Husada dr. Suhardi. Mereka lolos berdasarkan Pengumuman Komite Talenta ASN Kota Bontang tertanggal 18 Agustus 2026.
Meski uji kompetensi telah usai, Neni mengaku masih menunggu hasil akhir. Tim Manajemen Talenta akan mengerucutkan enam nama tersebut menjadi tiga kandidat terbaik untuk diserahkan ke meja Wali Kota.
"Saya belum menerima laporan resmi siapa saja yang lolos ke tiga besar. Tapi yang jelas proses seleksi terus berjalan," jelasnya.
Pemerintah Kota Bontang menerapkan sistem Manajemen Talenta ASN guna menjamin objektivitas seleksi. Awalnya, panitia menyaring 15 kepala perangkat daerah yang masuk kategori pegawai potensial (berada pada box 7, 8, dan 9).
Neni mendorong agar tahapan selanjutnya, yakni tes wawancara, segera dieksekusi. Penetapan Sekda Bontang definitif dipastikan berjalan sesuai prosedur tanpa adanya pertimbangan subjektif.
"Kalau menurut saya, lebih cepat lebih baik," tegas Neni.
Bagi Wali Kota, sosok Sekda yang baru wajib memiliki kemampuan menerjemahkan visi pimpinan daerah menjadi program kerja nyata di lapangan. Rekam jejak, kompetensi, dan kapasitas kepemimpinan menjadi indikator utama.
Neni enggan membandingkan keunggulan masing-masing figur secara terbuka. Ia menilai seluruh pejabat yang masuk dalam radar seleksi adalah aparatur terbaik.
"Bagi saya, nama yang sudah masuk daftar kandidat itu semua baik. Semuanya anak-anak saya," ucap Wali Kota Neni. (*)















