PERINGATAN Maulid Nabi Bontang di Masjid Al Istiqomah, Kelurahan Bontang Baru, Sabtu (29/8/2026), berubah menjadi ruang refleksi tentang pendidikan karakter anak di era digital. Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris hadir bersama ratusan jamaah dan mengingatkan bahwa akhlak Rasulullah SAW tetap relevan menjadi teladan hidup sehari-hari.
Bagi Agus Haris, Maulid bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum ini menjadi pengingat untuk meneladani kepemimpinan, kesabaran, dan kasih sayang Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan bermasyarakat.
"Rasulullah mengajarkan bahwa seorang pemimpin bukanlah orang yang ingin dilayani, tetapi yang hadir untuk melayani, melindungi, dan memberi manfaat bagi masyarakat," ujar Agus Haris.
Menurut Agus Haris, nilai kepemimpinan ala Rasulullah harus mulai ditanamkan sejak anak berada di lingkungan keluarga. Rumah, katanya, adalah tempat pertama sekaligus paling lama bagi anak belajar tanggung jawab, disiplin, dan akhlak.
Pernyataan ini muncul karena tantangan zaman kini jauh berbeda. Teknologi digital hadir dengan dua wajah: mempermudah akses ilmu pengetahuan, sekaligus membuka pintu bagi konten negatif yang bisa memengaruhi tumbuh kembang anak jika luput dari pengawasan orang tua.
"Anak-anak kita hidup di era ketika semua informasi ada di genggaman. Di situlah peran orang tua menjadi sangat penting, bukan hanya mengawasi, tetapi juga mendampingi dan memberi teladan," katanya.
Agus Haris menegaskan, keberhasilan pembangunan daerah tidak melulu soal infrastruktur atau pertumbuhan ekonomi. Kualitas generasi muda yang kelak mampu memimpin, menurutnya, adalah indikator keberhasilan yang lebih hakiki.
"Kalau anak-anak kita nanti mampu menjadi ketua kelas, memimpin organisasi, dipercaya masyarakat, hingga menjadi pemimpin daerah, itulah keberhasilan yang sesungguhnya," tuturnya.
Untuk mendukung hal itu, Pemerintah Kota Bontang menerapkan kebijakan yang melarang siswa membawa telepon genggam ke dalam kelas. Aturan ini menjadi bagian dari langkah menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045, agar siswa lebih fokus belajar dan memperkuat karakter di sekolah.
"Kami ingin anak-anak fokus belajar di sekolah, memperkuat karakter, dan mempersiapkan diri meraih cita-cita mereka," ucapnya.
Selain menyoroti pendidikan anak, Agus Haris juga mengajak masyarakat merawat persaudaraan dan memperkuat kepedulian sosial, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW semasa hidupnya.
"Mari kita terus merawat persaudaraan, saling menghormati, menjaga persatuan, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat tanpa membeda-bedakan siapa pun," pesannya.
Ketua Panitia peringatan, Johansyah, menyampaikan bahwa kegiatan Maulid Nabi di Masjid Al Istiqomah sudah menjadi agenda rutin tahunan yang konsisten mendapat dukungan warga sekitar.
Ia berterima kasih kepada jamaah yang secara sukarela menyisihkan rezekinya sehingga kegiatan keagamaan ini terus berjalan setiap tahun.
"Alhamdulillah, masyarakat selalu mendukung. Kami sangat berterima kasih atas partisipasi dan kepedulian mereka," katanya.
Dukungan tersebut turut menjadi modal bagi pengurus masjid untuk melanjutkan rencana pengembangan bangunan. Masjid Al Istiqomah rencananya akan ditingkatkan menjadi dua lantai, menyusul jumlah jamaah yang terus bertambah dari tahun ke tahun.
"Insyaallah masjid akan diperluas agar mampu menampung jamaah lebih banyak dan memberikan kenyamanan dalam beribadah," pungkas Johansyah. (*)















