PEMERINTAH Kota Bontang menggelar penganugerahan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSL) Award Kota Bontang Tahun 2025 di Ballroom Macora Hotel The Rinra, Makassar, Kamis malam (20/8/2026). Ajang ini menjadi bentuk penghormatan atas kontribusi nyata dunia usaha dalam mempercepat pembangunan daerah di Kalimantan Timur.
Wali Kota Bontang, dr Neni Moerniaeni, Sp.OG, menegaskan bahwa dana TJSL atau CSR memegang peran strategis dalam menopang sektor prioritas mulai dari pendidikan, kesehatan, UMKM, hingga pelestarian lingkungan.
"Berbagai capaian pembangunan Kota Bontang tidak terlepas dari sinergi dan kolaborasi pemerintah daerah dengan dunia usaha. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi nyata perusahaan bagi masyarakat," ujar Neni Moerniaeni dalam sambutannya.
Kolaborasi lintas sektor ini membuahkan hasil konkret di tingkat nasional. Kementerian Dalam Negeri mengganjar Pemkot Bontang dengan insentif fiskal senilai Rp3 miliar atas prestasi penanganan pengangguran terbaik di wilayah Kalimantan.
Neni menyebutkan capaian prestisius tersebut tercipta berkat komitmen kolektif antara pemerintah, masyarakat, dan perusahaan swasta maupun BUMN. Salah satu kunci suksesnya adalah pemenuhan komitmen penyerapan 75 persen tenaga kerja lokal oleh korporasi yang beroperasi di wilayah Bontang.
Guna mengoptimalkan dampak program di masa depan, Neni menugaskan Wakil Wali Kota Agus Haris, S.H., selaku Ketua Forum TJSL untuk memimpin penataan program CSR secara menyeluruh. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diinstruksikan melakukan sinkronisasi agar alokasi dana bantuan perusahaan tidak tumpang tindih dengan APBD.
Selain ketenagakerjaan, pilar kesehatan menjadi fokus utama keterlibatan dunia usaha. Sinergi program berhasil menekan prevalensi stunting di Kota Bontang secara dramatis dari 19,8 persen hingga menyentuh angka 14,9 persen. Pemkot membidik target agresif untuk menurunkan angka stunting hingga di bawah 10 persen.
Di sisi lain, partisipasi perusahaan diminta terus mengalir untuk menopang pembiayaan Universal Health Coverage (UHC) melalui BPJS Kesehatan. Gotong royong pembiayaan sosial dianggap vital agar seluruh lapisan masyarakat mendapatkan kepastian akses layanan kesehatan yang layak.
"Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Dunia usaha memiliki peran penting dalam memastikan masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan," kata Neni.
Dalam acara puncak tersebut, Pemkot Bontang menyerahkan penghargaan kepada jajaran korporasi besar yang dinilai konsisten memberikan dampak positif multisektor. Beberapa penerima apresiasi di antaranya PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT), PT Badak NGL, PT Indominco Mandiri, PT Pertamina Gas, dan PT Bankaltimtara. (*)















