RUTE Balikpapan-Bandung kembali terhubung langsung setelah PT Angkasa Pura Indonesia bersama Citilink Indonesia membuka kembali penerbangan melalui Bandara Sepinggan dan Bandara Husein Sastranegara, Selasa (18/8). Penerbangan langsung ini menjadi kabar bagi masyarakat yang membutuhkan perjalanan lebih cepat tanpa transit.
Citilink terakhir mengoperasikan koneksi udara langsung Balikpapan-Bandung pada 2022. Kini, penumpang dapat menempuh perjalanan sekitar 1 jam 50 menit dan tiba langsung di Kota Bandung melalui Bandara Husein Sastranegara.
General Manager Bandara Sepinggan, R Iwan W Mahdar, mengatakan pembukaan kembali rute tersebut merupakan bagian dari pengembangan jaringan penerbangan sekaligus upaya menjawab kebutuhan pasar.
“Pembukaan kembali penerbangan langsung Balikpapan–Bandung ini merupakan bagian dari program pengembangan rute dan untuk mengakomodasi tingginya permintaan pasar,” jelas Iwan, Rabu.
Antusiasme penumpang terlihat sejak penerbangan perdana, Selasa (18/8). Seluruh kursi dalam penerbangan tersebut terisi.
Tingginya tingkat keterisian penerbangan perdana menjadi gambaran kuatnya kebutuhan masyarakat terhadap koneksi udara langsung antara Balikpapan dan Bandung.
Dengan layanan tanpa transit, penumpang tidak lagi membutuhkan perjalanan tambahan yang sebelumnya dapat memperpanjang waktu sekaligus menambah biaya perjalanan.
Rute ini juga memberikan pilihan perjalanan yang lebih praktis bagi masyarakat Kalimantan Timur yang memiliki keperluan ke Bandung maupun sebaliknya.
Pernah Berhenti dan Digantikan Rute via Kertajati
Sebelum kembali dilayani Citilink, koneksi Balikpapan-Bandung juga pernah tersedia melalui layanan Super Air Jet dengan tujuan Bandara Kertajati di Subang, Majalengka.
Penumpang yang hendak menuju Bandung kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan bus Damri dengan waktu tempuh sekitar satu jam lebih.
“Saat itu di 2023, naik Damri-nya gratis sebagai layanan dari Pemkot Bandung,” kata Fajar mengutip keterangannya di Balikpapan.
Skema perjalanan tersebut membuat akses menuju Bandung membutuhkan perjalanan lanjutan setelah penumpang tiba di bandara.
Kini, keberadaan penerbangan langsung melalui Bandara Husein Sastranegara memangkas tahapan tersebut. Penumpang dapat langsung terbang dari Balikpapan menuju Bandung dengan waktu penerbangan sekitar 1 jam 50 menit.
Iwan mengatakan rute Balikpapan-Bandung menjadi bagian dari upaya memperkuat jaringan penerbangan domestik.
Menurut dia, potensi pertumbuhan penumpang dari kedua wilayah masih besar. Apalagi, daya tarik masyarakat untuk berkunjung ke kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menjadi salah satu faktor yang mendukung kebutuhan mobilitas.
“Potensi pertumbuhan penumpang dari kedua belah pihak sangat besar, terlebih dengan meningkatnya daya tarik masyarakat yang ingin berkunjung ke kawasan IKN. Kehadiran rute langsung ini memberikan fleksibilitas mobilitas yang jauh lebih praktis dan efisien,” ujar Iwan.
Koneksi langsung tersebut tidak hanya menyasar perjalanan masyarakat umum. Pergerakan aparatur sipil negara (ASN), pelaku usaha, hingga wisatawan menuju dan dari kawasan IKN juga disebut menjadi bagian dari potensi mobilitas yang dapat ditopang oleh konektivitas udara.
Bagi Kalimantan Timur, penguatan jaringan penerbangan menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung pergerakan orang menuju berbagai tujuan di Indonesia.
PT Angkasa Pura Indonesia dan Citilink Indonesia memastikan keandalan operasional, ketepatan waktu, serta standar keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas dalam pengoperasian rute tersebut.
Manajemen juga mengimbau pengguna jasa udara untuk ikut mendukung kelancaran operasional agar perjalanan dapat berlangsung aman dan nyaman.
Kembalinya rute Balikpapan-Bandung memberi pilihan baru bagi masyarakat yang sebelumnya harus menggunakan skema perjalanan dengan transit atau melanjutkan perjalanan dari bandara menggunakan moda transportasi darat. (*)















