KEPENGURUSAN Satuan Karya Pramuka Anti Narkoba (Saka Anti Narkoba) Kota Bontang masa bakti 2026–2031 resmi dilantik di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Kamis (6/8/2026). Pelantikan ini menjadi langkah memperkuat Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Inisiasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bontang tersebut dihadiri sekira 80 peserta dari unsur Forkopimda, instansi vertikal, perangkat daerah, hingga jajaran Gerakan Pramuka. Sinergi lintas sektor ini menegaskan komitmen bersama dalam mengamankan generasi muda dari ancaman barang haram.
Prosesi pelantikan menetapkan tiga pilar utama kepengurusan. Kepala BNN Kota Bontang Lulyana Ramdhani resmi menjabat sebagai Ketua Majelis Pembimbing Saka (Mabi Saka), M Rais Azis memimpin Pimpinan Saka, dan Achmad Qistan Kadhavi dipercaya menahkodai Dewan Saka.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan bahwa ancaman penyalahgunaan narkotika saat ini makin kompleks dan sistematis. Kondisi tersebut menuntut kolaborasi nyata seluruh elemen daerah untuk melindungi kualitas sumber daya manusia.
"Persoalan narkotika bukan lagi sekadar penegakan hukum, tetapi ancaman nyata terhadap kualitas sumber daya manusia. Sinergi BNN dan Gerakan Pramuka melalui Saka Anti Narkoba merupakan langkah yang tepat," tegas Neni.
Neni juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat mengedepankan pendekatan preventif serta edukatif. Pola edukasi sejak dini dinilai menjadi kunci utama agar generasi muda tidak terjerumus dalam lingkaran penyalahgunaan obat-obatan terlarang.
Sementara, Kepala BNN Kota Bontang Lulyana Ramdhani menekankan peran vital pembentukan satuan karya ini. Keberadaan Saka Anti Narkoba diproyeksikan mencetak kader Pramuka berintegritas yang siap menjadi agen perubahan.
"Pembentukan Saka Anti Narkoba menjadi langkah strategis mencetak kader Pramuka berkarakter yang menjadi pelopor hidup sehat, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat luas," kata Lulyana.
Pengurus baru yang dilantik mendorong penyusunan program kerja konkret dalam waktu dekat. Fokus utama gerakan ini menyasar kegiatan edukasi sebaya, kampanye kreatif anti-narkoba, serta pemetaan potensi kerawanan di lingkungan remaja.
Integrasi antara nilai-nilai Kepramukaan dan edukasi bahaya narkotika diharapkan memberi dampak terukur. Pemerintah Kota Bontang bersama BNN optimistis keberadaan pengurus baru ini mampu menekan angka penyalahgunaan narkoba secara signifikan hingga 2031 mendatang. (*)















