BUPATI Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman resmi membuka Pesta Adat Erau 2026 Marukangan yang mengusung ritual sakral "Embuang Panas Pelas" di Desa Marukangan, Kecamatan Sandaran, Kamis (6/8/2026) pagi.
Perhelatan budaya tahunan ini menjadi momentum Pemkab Kutim dalam merawat tradisi leluhur Kutai sekaligus menggerakkan roda ekonomi kerakyatan masyarakat kawasan pesisir.
Iring-iringan prosesi adat yang dipimpin Pemangku Adat Kutai Kasmo berlangsung khidmat di halaman Balai Adat Desa Marukangan sejak pukul 09.00 WITA.
Seluruh tahapan ritual dilaksanakan sesuai pakem baku yang diwariskan secara turun-temurun oleh leluhur masyarakat Kutai.
Ratusan warga dari berbagai penjuru desa tampak memadati lokasi untuk menyaksikan langsung jalannya ritual emosional tersebut.
Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setkab Kutim, Iwan Adiputra, mengungkapkan bahwa rombongan bupati telah bertolak dari Sangatta sejak Rabu (5/8/2026) siang.
"Bupati beserta rombongan bermalam di Mess PT Bumi Mas Agro sebelum membuka acara secara resmi," ujar Iwan.
Usai ritual sakral, Ardiansyah memimpin prosesi permulaan pembangunan Balai Adat Desa Marukangan yang baru. Gedung baru ini berlokasi persis di samping kawasan Kantor Desa Marukangan, Kecamatan Sandaran.
Pembangunan sarana ini dirancang untuk menyediakan ruang pertemuan yang jauh lebih representatif bagi warga. Nantinya, gedung tersebut akan difungsikan untuk kegiatan adat, musyawarah desa, hingga pentas seni kebudayaan daerah.
Tak hanya ritual budaya, rangkaian acara berlanjut pada pukul 10.15 WITA dengan pembukaan Bazar UMKM di halaman Kantor Desa Marukangan.
Kegiatan ini dipadukan dengan pertunjukan musik tradisional serta perlombaan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sengatan mentari pesisir tak menyurutkan antusiasme warga, tokoh masyarakat, hingga pelajar yang larut dalam tarian pembuka.
Integritas tradisi dan aktivitas ekonomi ini memberi panggung nyata bagi pelaku usaha kecil lokal untuk meningkatkan pendapatan selama pesta adat berlangsung.
Kunjungan kerja Bupati Kutim ke Sandaran ini didampingi jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pariwisata, Plt Camat Sandaran Mulyadi, serta jajaran Perumdam Tirta Tuah Benua (TTB). (*)















