KAWASAN pelataran objek wisata Bontang Kuala akan mendapat tambahan lampu penerangan. Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Ekonomi Kreatif (Disporapar Ekraf) Bontang mengusulkan pemasangan 10 hingga 12 titik lampu baru lewat anggaran perubahan tahun ini.
Kepala Disporapar Ekraf Bontang, Eko, menjelaskan penambahan lampu penerangan Bontang Kuala diperlukan agar seluruh area pelataran lebih terang saat malam hari. Selama ini sebagian titik dinilai masih minim cahaya.
“Ya, tahun ini kita tambah lampu-lampu penerangan di kawasan pelataran Bontang Kuala. Anggarannya tahun ini di perubahan. Supaya di seluruh area pelataran juga terang,” ujar Eko, Sabtu (29/8/2026).
Bontang Kuala dikenal sebagai kawasan permukiman di atas laut dengan jembatan kayu memanjang yang menjadi ikon wisata kota. Pelataran menjadi salah satu titik yang paling ramai dikunjungi warga maupun wisatawan luar daerah, terutama pada sore dan malam hari.
Anggaran Rp300 Juta Masih Menunggu Persetujuan TAPD
Untuk merealisasikan rencana tersebut, Disporapar Ekraf mengusulkan anggaran sekitar Rp300 juta. Nilai ini bakal dibahas lebih lanjut oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Bontang sebelum ditetapkan.
“Total ada antara 10 sampai 12 titik yang diusulkan. Tapi nanti kita lihat juga dari sisi anggaran, berapa yang disetujui tim TAPD,” kata Eko.
Artinya, jumlah titik lampu yang benar-benar terpasang berpotensi menyesuaikan hasil pembahasan anggaran perubahan. Proses ini menjadi tahapan wajib dalam mekanisme APBD sebelum sebuah program daerah bisa dieksekusi.
Eko menyebut manfaat lampu penerangan Bontang Kuala tidak berhenti pada kenyamanan visual semata. Cahaya yang lebih merata turut mendukung kinerja kamera CCTV yang sudah terpasang di sejumlah titik kawasan.
Dengan pencahayaan yang lebih baik, rekaman CCTV diharapkan lebih jelas sehingga pemantauan bisa berjalan optimal. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menekan potensi gangguan keamanan di area wisata.
“Kami ingin kawasan itu bebas dari tindakan kriminal atau hal negatif lainnya. Apalagi Bontang Kuala menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Bontang. Jadi harus dijaga,” tegas dia.
Sebagai destinasi wisata unggulan, Bontang Kuala kerap menjadi lokasi kegiatan pemerintah kota maupun acara komunitas. Pembenahan fasilitas seperti penerangan menjadi bagian dari upaya menjaga daya tarik kawasan ini di mata wisatawan.
Jika usulan anggaran disetujui TAPD, pemasangan lampu ditargetkan rampung dalam tahun anggaran berjalan, sehingga wisatawan bisa menikmati suasana pelataran yang lebih terang dan aman pada malam hari. (*)















