PENERANGAN Jalan Umum Samarinda bakal digenjot lewat teknologi Smart Control IoT dan skema tahun jamak demi merealisasikan program Samarinda Terang yang aman dan efisien.
Pemerintah Kota Samarinda terus mematangkan langkah strategis untuk menciptakan ruang publik yang terang dan nyaman bagi warga. Wali Kota Samarinda Andi Harun memimpin langsung pemaparan rencana kerja sama pembangunan serta pengelolaan PJU bersama jajaran Konsorsium KSO-SLI-DHJ-LM asal Bandung di Ruang Rapat Wali Kota, Jumat (21/8/2026).
Pertemuan tingkat tinggi ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Saefuddin Zuhri, Sekda Neneng Chamelia Shanti, Asisten II Marnabas Patiroy, serta jajaran kepala dinas teknis terkait seperti Disperkim, Dishub, BPKAD, Bapenda, dan Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Samarinda.
Perwakilan Konsorsium, Irfin, memaparkan bahwa pengembangan PJU modern ini dirancang tidak hanya sekadar menambah daya pencahayaan fisik jalanan kota. Sistem tersebut mengintegrasikan teknologi Internet of Things (IoT) berbasis kendali cerdas (smart control) yang mempermudah pemantauan jaringan secara mendalam dan terpusat.
Penggunaan lampu berbasis Light Emitting Diode (LED) disiapkan untuk menggantikan instalasi konvensional. Langkah ini terbukti efektif dalam memangkas beban konsumsi energi listrik secara signifikan sekaligus meningkatkan keandalan sistem penerangan.
Konsorsium tersebut tercatat memegang rekam jejak penggarapan infrastruktur PJU serupa di sejumlah kawasan Indonesia, seperti Kabupaten Sigi, Kota Palu, Parigi, hingga Boalemo.
Menanggapi paparan konsorsium, Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan keterbukaan pemkot terhadap berbagai inovasi percepatan program daerah. Meski demikian, pertimbangan tata kelola keuangan daerah tetap menjadi benteng prioritas utama.
"Pada prinsipnya kami tertarik dengan tawaran ini untuk mendukung Samarinda Terang. Namun, tentu harus dikaji terlebih dahulu, terutama dari sisi kemampuan dan kapasitas Pemerintah Kota Samarinda," tegas Andi Harun.
Andi Harun mengingatkan bahwa skema pembiayaan seperti Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) atau komitmen tahun jamak bukanlah hal baru di Indonesia. Pemkot akan memilih pola kerja sama yang paling efisien agar keberlanjutan fiskal kota tidak terancam di kemudian hari.
"Kita terbuka terhadap semua skema yang bisa mempercepat Samarinda Terang. Tetapi jangan sampai karena ingin cepat, kita mengabaikan kemampuan fiskal dan kepentingan jangka panjang daerah," tambahnya.
Fasilitas penerangan jalan umum bukan sebatas pemenuhan fisik infrastruktur jalan raya. Penerangan yang merata berdampak langsung pada rasa aman warga dari risiko kejahatan malam serta mengurangi potensi kecelakaan lalu lintas.
Infrastruktur penerangan yang memadai juga menjadi pendorong utama tumbuhnya aktivitas perekonomian warga di malam hari, merangsang denyut Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta mempercantik visualisasi perkotaan Samarinda.
"Kita ingin Samarinda ini terang, sehingga masyarakat merasa lebih aman dan nyaman beraktivitas pada malam hari. Tetapi semua itu harus dibangun dengan perencanaan dan perhitungan yang matang," pungkas Wali Kota.
Sebagai instruksi konkret, Andi Harun memerintahkan Dinas Perhinggaan Kota Samarinda bersama perangkat daerah terkait untuk segera menyusun kajian teknis, finansial, dan yuridis mendalam sebagai penentu eksekusi proyek tersebut. (*)















