KECELAKAAN beruntun empat kendaraan berat terjadi di Jalan Poros Samarinda–Bontang, Desa Makarti, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Rabu (12/8/2026) malam.
Kecelakaan beruntun Kukar tersebut bermula ketika sebuah Truk Hino 500 warna putih bermuatan cairan kimia diduga kehilangan kendali saat melintas di jalan menurun. Truk kemudian berbenturan dengan kendaraan dari arah berlawanan sebelum menabrak dua truk lain di depannya.
Direktur Lalu Lintas Polda Kaltim Kombes Pol Ahmad Yanuari Insan mengatakan, truk bernomor polisi KT 8110 ZU itu dikemudikan Rendi dan melaju dari arah Samarinda menuju Bontang.
“Setibanya di TKP, kendaraan tersebut berbenturan dengan Truk Hino warna biru dengan nomor polisi KT 8971 LU yang dikemudikan saudara Agus yang berasal dari arah berlawanan,” jelas Yanuari kepada Pranala.co, Kamis (13/8/2026).
Kronologi Kecelakaan Beruntun Kukar
Setelah berbenturan dengan truk dari arah berlawanan, Truk Hino 500 putih tersebut kembali terlibat benturan.
Menurut Yanuari, kendaraan itu kemudian menabrak Truk Hino warna merah bernomor polisi KT 8356 RO yang berada di depannya.
Benturan membuat Truk Hino merah terdorong ke depan. Kendaraan tersebut lalu menabrak truk lain yang berada di depannya.
Dengan rangkaian benturan tersebut, total ada empat kendaraan berat yang terlibat dalam kecelakaan beruntun di Kukar.
Keempat kendaraan itu yakni Truk Hino 500 warna putih KT 8110 ZU bermuatan cairan kimia, Truk Hino warna biru KT 8971 LU, Truk Hino warna merah KT 8356 RO bermuatan tabung gas elpiji, serta Truk Hino warna merah tanpa nomor polisi yang juga membawa tabung gas elpiji.
Satu Pengemudi Mengalami Luka Ringan
Kecelakaan tersebut menyebabkan satu orang mengalami luka ringan. Korban diketahui bernama Ahmad, pengemudi Truk Hino warna merah.
“Korban luka ringan satu orang, Ahmad, pengemudi Truk Hino warna merah,” ujar Yanuari.
Ahmad sempat dilarikan ke rumah sakit di Samarinda untuk mendapatkan perawatan. Setelah menjalani perawatan, korban diperbolehkan pulang ke rumah.
Yanuari memastikan tidak ada korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.
“Korban meninggal nihil,” tegasnya.
Polisi Ungkap Dugaan Penyebab

Dari penyelidikan awal, kepolisian menduga kecelakaan beruntun Kukar tersebut terjadi akibat kelalaian pengemudi Truk Hino 500 putih.
Yanuari mengatakan kendaraan itu sedang membawa muatan berat ketika melintas di jalan menurun. Pada saat bersamaan, terdapat kendaraan lain di depannya.
“Penyelidikan awal penyebab laka tersebut dikarenakan kelalaian sopir truck Hino 500 Putih,” ungkap Yanuari.
Menurut penjelasan kepolisian, pengemudi diduga tidak dapat menguasai kendaraan saat melewati turunan. Pengemudi kemudian membanting kemudi ke kanan hingga truk berbenturan dengan kendaraan yang datang dari arah berlawanan.
“Kendaraan yang dikendarai tersebut bermuatan berat. Pada saat di turunan tidak dapat dikuasai karena ada kendaraan lain di depannya. Sopir membanting ke kanan dan berbenturan dengan kendaraan dari arah berlawanan,” jelasnya.
Hingga Kamis (13/8/2026), kepolisian masih melakukan penanganan di lokasi kecelakaan.
Petugas mengevakuasi kendaraan yang terlibat agar ruas Jalan Poros Samarinda–Bontang dapat kembali digunakan kendaraan lainnya.
Selain proses evakuasi, polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mendalami kecelakaan tersebut.
“Saat ini masih dilakukan upaya evakuasi kendaraan agar jalan dapat digunakan kendaraan lain. Saat ini masih dilakukan olah TKP terkait kejadian tersebut,” pungkas Yanuari. (*)















