JUMLAH Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Balikpapan terus bertambah. Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan sekitar 70 hingga 80 SPPG nantinya tersebar di berbagai wilayah Kota Minyak.
Koordinator Wilayah BGN Balikpapan, Laila Suci Pradita, mengatakan target tersebut mulai diwujudkan secara bertahap. Hingga Rabu (12/8/2026), sebanyak 36 SPPG telah beroperasi.
“Di Kota Balikpapan saat ini yang sudah beroperasional ada 36 SPPG,” tutur Laila, Rabu (12/8/2026).
Selain 36 SPPG yang sudah berjalan, sekitar 10 SPPG masih dalam tahap persiapan. Sedangkan sekitar 30 SPPG lainnya masih berada dalam proses pembangunan.
Dengan kondisi tersebut, jumlah SPPG Balikpapan dipastikan masih akan bertambah seiring rampungnya pembangunan dan persiapan dapur MBG di sejumlah wilayah.
“Nah, untuk yang proses pembangunan sendiri masih ada sekitar 30-an SPPG,” ujar Laila.
Laila menyebut seluruh pembangunan dan persiapan tersebut menjadi bagian dari upaya mencapai target SPPG Balikpapan sebanyak 70 hingga 80 titik.
“Jadi untuk total keseluruhannya nanti SPPG sendiri untuk Kota Balikpapan itu ada di sekitar 70 sampai 80 SPPG, seperti itu,” jelasnya.
Penambahan titik pelayanan tersebut diharapkan memperkuat pelaksanaan program MBG di berbagai wilayah Balikpapan. Dapur-dapur yang dibangun nantinya menjadi bagian dari jaringan pelayanan pemenuhan gizi bagi penerima manfaat program.
Pemerintah Kota Balikpapan juga terus mendorong percepatan pembangunan SPPG untuk mendukung pelaksanaan MBG.
Salah satu SPPG yang tengah disiapkan berada di kawasan Somber Baru, Kelurahan Muara Rapak, Kecamatan Balikpapan Utara.
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo mengatakan pembangunan fisik SPPG Somber kini sudah mendekati tahap akhir. Sebagian besar peralatan yang dibutuhkan untuk menjalankan dapur juga telah tersedia.
“Progres fisiknya sudah mendekati 100 persen. Tinggal beberapa peralatan yang sebagian sudah datang. Selanjutnya dari BGN akan menunjuk kepala SPPG. Kalau sudah ada kepala SPPG, maka sudah bisa berjalan,” ujar Bagus.
Setelah fasilitas fisik rampung dan kepala SPPG ditunjuk, operasional dapur tersebut diharapkan dapat segera dimulai.
Pemkot Balikpapan juga menyiapkan sumber daya manusia untuk menunjang pelayanan. Sejumlah warga di sekitar lokasi telah mendaftarkan diri sebagai relawan yang nantinya membantu operasional dapur MBG.
SPPG Somber ditargetkan mulai beroperasi pada September 2026. Pada tahap awal, dapur tersebut diproyeksikan mampu memproduksi sekitar 1.000 porsi makanan.
Kapasitas produksinya kemudian akan ditingkatkan secara bertahap hingga lebih dari 2 ribu porsi.
“Harapannya September sudah bisa mulai berjalan. Awalnya sekitar 1.000 porsi, kemudian secara bertahap kapasitasnya akan ditingkatkan,” terang Bagus.
Target tersebut menjadi bagian dari penambahan kapasitas pelayanan MBG di Balikpapan. Dengan puluhan SPPG yang masih dalam tahap persiapan dan pembangunan, jaringan dapur MBG di kota tersebut masih akan berkembang. (*)














