PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) di Balikpapan mendapat pengawasan langsung dari Pemerintah Kota (Pemkot) setempat. Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo meninjau Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 7 di Sepinggan, Balikpapan Selatan, Selasa (11/8/2026).
Pengecekan dilakukan untuk memastikan standar pengolahan dan keamanan pangan berjalan sesuai prosedur, mulai dari fasilitas produksi, kebersihan, penyimpanan bahan makanan hingga distribusi kepada penerima manfaat.
Bagus memimpin langsung peninjauan ke sejumlah area dapur yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pangan harian dalam skala besar.
Dapur SPPG 7 Sepinggan memiliki kapasitas produksi utama mencapai 2.300 porsi per hari. Jumlah tersebut mendapat tambahan 350 porsi yang diperuntukkan bagi kelompok rentan.
Kelompok tersebut mencakup ibu hamil, ibu menyusui, dan balita atau kelompok 3B.
"Dengan tambahan 350 porsi, di antaranya diperuntukkan bagi kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita," ujar Bagus.
Dengan tambahan tersebut, kapasitas yang disiapkan Dapur SPPG 7 mencapai 2.650 porsi per hari.
Pemeriksaan tidak hanya menyasar ruang pengolahan makanan. Pemkot juga mengecek ruang kerja staf, ahli gizi, akuntan, hingga area penyimpanan logistik.
Area penyimpanan terdiri atas gudang basah dan gudang kering. Fasilitas tersebut dilengkapi penunjang seperti chiller dan indikator suhu ruangan.
Pemantauan kondisi penyimpanan menjadi bagian dari pengecekan untuk menjaga proses pengolahan makanan tetap sesuai standar yang diterapkan di dapur SPPG.
CCTV Awasi Pengolahan hingga Wadah Makanan
Fasilitas pengolahan Dapur SPPG 7 Sepinggan juga dilengkapi sejumlah peralatan produksi, antara lain kompor modern, exhaust fan, serta penanak nasi dengan sistem steamed rice.
Pemkot turut memastikan keberadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Fasilitas tersebut disiapkan agar aktivitas dapur tidak menimbulkan persoalan limbah bagi lingkungan sekitar.
"Fasilitas ini disiapkan agar air yang masuk ke saluran tidak bau dan tidak menimbulkan limbah B3," terang Bagus.
Pengawasan juga dilakukan melalui kamera CCTV yang memantau alur kerja secara real-time. Kamera tersebut mencakup aktivitas pekerja hingga kondisi wadah makanan.
"Ompreng ini akan terlihat di CCTV. Terus kemudian peralatan juga ada standarisasi," tegasnya.
Pengawasan semacam itu menjadi bagian dari kontrol terhadap proses produksi MBG Balikpapan, terutama dari tahap pengolahan hingga makanan siap didistribusikan.
SPPG 7 Sepinggan Jadi Acuan Dapur MBG
Berdasarkan informasi dari Badan Gizi Nasional (BGN), Dapur SPPG 7 Sepinggan dirancang sebagai standar acuan bagi dapur MBG lainnya di Balikpapan.
Pemkot menekankan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) untuk menekan risiko kontaminasi pangan.
Bagus mengatakan kondisi ruangan, penerapan SOP, serta pengawasan selama proses produksi menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan makanan.
"Kalau melihat dari sisi ruangan bersih, kemudian juga semuanya melalui SOP yang ada, risiko kemungkinan basi, kemungkinan keracunan itu kecil sekali," kata Bagus.
Pengelola dapur melakukan pemantauan terhadap makanan sejak proses memasak, pemorsian, hingga pengiriman kepada siswa SD, SMP, dan penerima manfaat lainnya.
Peninjauan ke Dapur SPPG 7 Sepinggan dilakukan secara acak. Cara tersebut digunakan untuk melihat konsistensi penerapan standar operasional di dapur MBG wilayah Balikpapan.
Pemkot berencana melakukan peninjauan berikutnya di wilayah Balikpapan Barat. "Sebenarnya tidak, ini kita ngacak saja. Nanti yang kedua juga akan ada di daerah barat," jelas Bagus.
Langkah tersebut membuat pengawasan terhadap pelaksanaan MBG Balikpapan tidak hanya berfokus pada satu lokasi.
Pemkot Balikpapan bersama BGN juga membuka ruang komunikasi bagi masyarakat yang berada di sekitar dapur SPPG. Warga dapat menyampaikan keluhan apabila aktivitas dapur menimbulkan gangguan, termasuk persoalan limbah maupun kebisingan.
Bagus mengatakan fasilitas penerimaan masyarakat telah disiapkan di Dapur SPPG 7 Sepinggan.
"Makanya tadi ada ruang tamu untuk menerima semua masyarakat kalau misalnya terjadi ketidakbaikan terhadap adanya dapur di Sepinggan 7 ini," pungkasnya. (*)















