PROGRAM Makan Bergizi Gratis alias MBG di Balikpapan kini memicu dampak berantai bagi perekonomian warga lokal. Pemerintah Kota memastikan seluruh kebutuhan bahan baku dapur pemenuhan gizi dipasok langsung oleh petani, peternak, vendor, dan pelaku UMKM daerah.
Langkah ini diambil untuk memastikan anggaran negara berputar langsung di tingkat basis. Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo menegaskan pentingnya keterlibatan ekosistem pangan lokal saat meninjau dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 7 di Sepinggan, Balikpapan Selatan.
"Yang paling penting sebenarnya, penerimaan bahan makanan ini juga melibatkan vendor, petani, dan peternak," kata Bagus saat memantau kesiapan fasilitas dapur SPPG.
Skala kebutuhan bahan pangan harian yang besar membuka ruang pasar baru bagi produk pertanian dan peternakan lokal. Kebijakan pasokan ini sengaja dirancang agar manfaat program tidak berhenti pada pemenuhan gizi anak-anak semata.
Skenario pengadaan bahan baku secara konsisten dari lingkungan sekitar diharapkan mampu menjaga stabilitas harga di tingkat produsen. Pemerintah daerah melihat pola ini sebagai wujud nyata penguatan ketahanan pangan berbasis komunitas.
"Inilah yang disebut oleh Presiden bahwa kita akan menggerakkan ekonomi baik dari petani maupun dari UMKM," ujar Bagus.
Guna memperkuat rantai pasok lokal, Pemkot Balikpapan mendorong kolaborasi teknis antara pengelola dapur SPPG dan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP). Lembaga ekonomi warga di tingkat kelurahan ini disiapkan menjadi penopang utama distribusi bahan baku segar.
Integrasi koperasi ke dalam sistem pengadaan MBG dinilai dapat memangkas perantara yang terlalu panjang. Melalui skema ini, margins keuntungan dapat dinikmati langsung oleh para produsen bahan pangan di Balikpapan.
"Kemarin kita sudah menyampaikan dengan koperasi. Mudah-mudahan ada sinergitas antara Koperasi Merah Putih dengan SPPG, dapur yang ada di Balikpapan," kata Bagus.
Keberadaan dapur pemenuhan gizi yang tersebar di wilayah Balikpapan menciptakan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru. Skema rantai pasok terpadu menjamin ketersediaan pasar yang pasti bagi para pelaku usaha kecil.
Pendekatan ini sekaligus mempertegas komitmen daerah dalam mengawal program nasional agar berdampak ganda. Pemerintah daerah optimistis aliran modal dari program MBG akan memperkuat daya beli masyarakat secara berkelanjutan.
"Sinergi ini penting agar manfaat ekonomi dari program Makan Bergizi Gratis dapat dirasakan lebih luas, menciptakan pergerakan ekonomi dari rantai pasok bahan pangan," pungkas Bagus. (*)














