KEBAKARAN rumah di kawasan Gang Buntu, Jalan Sulawesi, Kelurahan Karang Rejo, Kecamatan Balikpapan Tengah, menewaskan Devan, bocah berusia empat tahun, Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 16.40 Wita. Devan merupakan satu dari enam orang yang tinggal di rumah tersebut.
Pasca kejadian, Pemerintah Kota Balikpapan melalui Kelurahan Karang Rejo berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk menangani keluarga korban yang kehilangan tempat tinggal. Pendataan telah dilakukan sebagai dasar pemberian bantuan, termasuk mempertimbangkan kebutuhan tempat tinggal sementara.
Lurah Karang Rejo, Kecamatan Balikpapan Tengah, Budi, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial setelah mendapatkan data penghuni rumah yang terdampak.
“Dinas Sosial sudah mencari data, tadi datanya dapat. Mungkin kita langsung membantu dari Dinas Sosial,” tutur Budi saat ditemui di lokasi kejadian.
Berdasarkan informasi dari Ketua RT 45, rumah di RT 45 Nomor 24 tersebut dihuni enam jiwa. Namun, satu penghuni, yakni Devan yang masih berusia empat tahun, meninggal dunia dalam kebakaran tersebut.
“Informasi yang kita dapat dari Ketua RT 45, penghuni rumah dengan RT 45 Nomor 24 itu ada enam jiwa. Tapi satu yang meninggal, anaknya berumur empat tahun,” jelasnya.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah juga mempertimbangkan kebutuhan tempat tinggal sementara bagi keluarga yang terdampak. Budi mengatakan langkah tersebut akan dipikirkan dan ditindaklanjuti setelah pendataan dilakukan.
Untuk bantuan lainnya, pihak kelurahan akan mengomunikasikan kebutuhan keluarga korban kepada pemerintah daerah. Hal ini dilakukan agar penanganan terhadap keluarga yang terdampak dapat segera dilakukan.
“Itu (bantuan) langsung kita pastikan, dalam arti kita komunikasikan ke pemerintah daerah,” katanya.
Selain penanganan terhadap keluarga korban, pihak kelurahan juga memastikan kondisi lokasi kebakaran tetap aman hingga proses olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan. Pengamanan diperlukan agar kondisi rumah tidak berubah sebelum pemeriksaan oleh petugas.
Budi mengatakan, pihaknya bersama warga sekitar akan menjaga kondisi lokasi hingga proses olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan. Menurutnya, warga di sekitar lokasi cukup kompak untuk membantu pengamanan.
“Pasti kita pastikan itu. Jadi kebetulan warga-warga sekitar di sini lebih kompak ya, jadi kita akan jaga kondisi status quo-nya,” terang Budi.
Sebagai informasi, dalam peristiwa kebakaran tersebut terdapat empat korban. Tiga di antaranya, yakni Kanza (11), Topik (22), dan Riski (37) yang merupakan ayah korban, mengalami luka bakar. Sementara Devan dinyatakan meninggal dunia. (RUL)















