KMP BONTANG Express II terbakar saat sedang bersandar di Dermaga Lanal Banyuwangi, Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jumat (21/8/2026). Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik di ruang menyusui yang berada di bagian anjungan belakang kapal.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas B Banyuwangi I Made Oka Astawa mengatakan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Seluruh nakhoda dan 23 anak buah kapal (ABK) berada di kapal saat kebakaran terjadi.
Kebakaran pertama kali diketahui setelah asap terlihat keluar dari bagian anjungan KMP Bontang Express II sekitar pukul 12.30 WIB. Masyarakat yang berada di pesisir Ketapang turut melihat kepulan asap dari kapal.
ABK kemudian langsung melakukan upaya pemadaman menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) dan peralatan yang tersedia di kapal.
Titik api diketahui berada di ruang menyusui pada bagian anjungan belakang. Dugaan awal, sumber kebakaran berasal dari korsleting listrik.
Dalam laporan lainnya, kebakaran disebut terjadi sekitar pukul 13.30 WIB ketika nakhoda mengetahui api membakar ruang menyusui. Awak kapal kemudian bergerak cepat melakukan pemadaman agar api tidak meluas.
Kebakaran membuat sejumlah kapal yang berada di sekitar KMP Bontang Express II mengambil langkah antisipasi.
Sekitar pukul 13.30 WIB, KMP Amora yang berada di badan kedua dermaga memilih lepas sandar dan bergerak menuju perairan untuk menghindari kemungkinan api merambat ke kapal lain.
Tak lama kemudian, sekitar pukul 13.46 WIB, KMP Gerbang Samudra 2 menambat KMP Bontang Express II untuk memindahkannya ke perairan terbuka.
Pemindahan tersebut dilakukan untuk memperkecil risiko kebakaran menjalar ke kapal lain yang masih berada di area dermaga.
Proses pemadaman terus dilakukan oleh ABK. Awak kapal lain yang berada di sekitar lokasi juga turut membantu menggunakan selang air.
Sekitar pukul 14.07 WIB, api akhirnya berhasil dipadamkan. Meski begitu, asap masih terlihat mengepul dari bagian kapal setelah api dinyatakan padam.
Basarnas Banyuwangi mengerahkan tim siaga untuk mengecek kondisi kebakaran dan melakukan koordinasi dengan unsur terkait. Tim Rescue juga diberangkatkan menggunakan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) menuju lokasi.
Sekitar pukul 14.16 WIB, KMP Bontang Express II kembali disandarkan di Dermaga Lanal Banyuwangi, tepatnya badan ketiga. ABK kemudian melakukan pembersihan terhadap sisa material akibat kebakaran.
“Tidak ada korban. Kebakaran disebabkan korsleting listrik pada ruang menyusui di anjungan kapal dan berhasil diatasi oleh kru kapal,” kata Oka menukil memorandum.co.id
Oka memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut. Saat kebakaran berlangsung, seluruh nakhoda dan ABK tetap berada di kapal. KMP Bontang Express II tercatat membawa 23 ABK.
Basarnas juga memastikan kapal tidak sedang menjalani proses perbaikan maupun aktivitas pengelasan ketika insiden terjadi.
Kerugian material tercatat pada ruang menyusui di bagian anjungan belakang yang hangus terbakar. Bagian kapal lainnya masih dalam kondisi aman setelah api berhasil dikendalikan.
“Saat ini kapal sudah dalam kondisi aman dan standby untuk sandar,” ujar Oka.
Penanganan insiden melibatkan sejumlah unsur untuk memastikan kondisi kapal dan keamanan pelayaran pascakebakaran.
Basarnas Banyuwangi berkoordinasi dengan Lanal Banyuwangi, Polairud Polresta Banyuwangi, KSOP Tanjung Wangi, Polsek Pelabuhan, ASDP Ketapang, serta ABK KMP Bontang Express II.
Saat kejadian, susunan kapal di dermaga terdiri atas KMP Satria Nusantara di badan pertama, KMP Amora di badan kedua, KMP Gerbang Samudra 2 di badan ketiga, dan KMP Bontang Express II di badan keempat. (*)















