BOCAH 4 tahun bernama Devan meninggal dunia setelah terjebak dalam kebakaran rumah di kawasan Gang Buntu, Jalan Sulawesi, Kelurahan Karang Rejo, Kecamatan Balikpapan Tengah, Kalimantan Timur, Rabu (26/8/2026) sore.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 16.40 Wita itu menghanguskan bagian lantai dua rumah korban. Sebelum dinyatakan meninggal dunia, Devan dievakuasi petugas dalam kondisi luka bakar sekitar 80 persen dan langsung dibawa ke RSUD Kanujoso Djatiwibowo untuk mendapatkan penanganan medis.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan, Usman Ali, mengatakan kondisi Devan saat pertama kali dievakuasi tergolong parah.
“Kita belum tahu ya. Tadi sementara memang kondisinya bisa dikatakan 80 persen cukup parah,” ujar Usman saat ditemui di lokasi kejadian.
Informasi awal yang diterima petugas menyebut Devan terjebak di lantai dua rumah. Petugas kemudian melakukan evakuasi setelah api berhasil dikendalikan.
“Korban sementara informasi terjebak di lantai dua. Jadi rumah yang terbakar saat ini rumah korban saja, satu rumah. Api juga sudah kita dapat atasi, hanya kemungkinan besar anak tersebut terjebak di lantai dua,” kata Usman.
Berdasarkan informasi sementara yang diterima petugas, korban mengalami luka bakar akibat terbakar dan terpapar hawa panas. Kondisi medisnya saat itu masih dalam penanganan rumah sakit.
“Kalau informasi yang kita dapat adalah terbakar ya, kena hawa panas seperti itu,” jelasnya.
Informasi yang dihimpun kemudian menyebut Devan dinyatakan meninggal dunia setelah sempat terjebak di lantai dua rumah yang terbakar.
Tiga Korban Lain Juga Terluka
Kebakaran tersebut tidak hanya menyebabkan satu korban. Tiga orang lainnya juga mengalami luka bakar dan luka terbuka.
Ketiganya telah dibawa ke Rumah Sakit Ibnu Sina untuk mendapatkan perawatan medis.
BPBD Balikpapan menerima laporan kebakaran sekitar pukul 16.40 Wita. Lokasi kejadian berada di kawasan permukiman padat yang dikenal warga sebagai Kampung Gang Buntu, RT 45, Jalan Sulawesi.
“Kurang lebih kami terima informasi di jam 16.40 di Jalan Sulawesi atau yang kita kenal dengan Kampung Gang Buntu, di RT 45 ini terjadi kebakaran,” ujar Usman.
Proses penanganan kebakaran berlangsung di tengah kondisi permukiman yang padat. Akses jalan yang sempit serta banyaknya warga berkumpul di sekitar lokasi menjadi tantangan bagi petugas.
“Kesulitan ya kita lihat di lokasi banyak warga. Jadi sedikit sulit petugas melakukan pemadaman,” kata Usman.
Untuk mempercepat penanganan, BPBD mengerahkan sekitar 10 unit pemadam kebakaran dari enam sektor.
Penanganan juga mendapat dukungan dari PHM Pertamina, Satuan Brimob, Polda, serta TNI Angkatan Laut.
“Kurang lebih ada 10 unit yang kita keluarkan dari enam sektor, ditambah bantuan dari PHM Pertamina, dari Satuan Brimob, Satuan Polda, Satuan TNI Angkatan Laut,” jelasnya.
Dari hasil pengamatan sementara di lokasi, kerusakan paling parah terjadi pada lantai dua rumah.
Usman menyebut bagian tersebut habis terbakar. Adapun lantai satu masih dalam kondisi lebih baik karena menggunakan konstruksi beton.
“Untuk lantai duanya habis terbakar. Untuk lantai satunya karena beton mungkin masih kondisi sedikit terbakar lantai bawah,” ungkapnya.
Kondisi bangunan itu menggambarkan cepatnya api melalap bagian atas rumah sebelum akhirnya dapat dikendalikan petugas.
Hingga berita ini ditulis, penyebab kebakaran belum diketahui.
Usman mengatakan pemicu kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh Polresta Balikpapan.
“Pemicu kita belum tahu. Masih dalam proses penyelidikan Polresta Balikpapan,” terangnya. (*)















