KEBAKARAN Balikpapan melanda sebuah rumah dua lantai di Gang Buntu, Jalan Sulawesi, Kelurahan Karang Rejo, RT 45 Nomor 24, Kecamatan Balikpapan Tengah, Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 16.40 Wita. Kobaran api yang diduga bermula dari lantai dua dengan cepat membesar dan merambat di tengah kawasan permukiman padat.
Petugas pemadam kebakaran bersama polisi dan warga langsung bergerak melakukan pemadaman. Upaya itu dilakukan untuk mengendalikan api sekaligus mencegah kobaran menjalar ke bangunan di sekitar lokasi.
Situasi sempat membuat warga panik. Perhatian warga semakin tertuju setelah diketahui seorang bocah laki-laki bernama Devan, sekitar empat tahun, masih berada di lantai dua rumah yang terbakar.
Ibu korban disebut sempat lemas dan pingsan setelah mengetahui anaknya masih berada di dalam rumah. Petugas pemadam kebakaran bersama polisi dan warga kemudian berupaya mencapai lantai dua untuk melakukan evakuasi.
Petugas berusaha masuk melalui jendela untuk mencari keberadaan korban. Namun, kondisi di dalam rumah dipenuhi asap dan material bangunan sehingga proses pencarian berlangsung dalam situasi sulit.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Devan diduga meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
Salah seorang warga, Zaki, mengaku ikut mencari korban di lantai dua. Ia mengatakan jarak pandang di dalam rumah sangat terbatas akibat kepulan asap dan kondisi bangunan yang terbakar.
“Ndak bisa ngelihat sudah. Terus terinjak, ada mayat di situ, anak kecil. Ya, habis itu langsung diselamatkan, langsung,” ujar Zaki.
Zaki mengatakan kondisi korban saat ditemukan sudah mengalami luka bakar parah sehingga wajahnya tidak lagi dapat dikenali.
“Enggak ada sudah wajahnya, muka-mukanya tidak kelihatan sudah. Sudah terbakar semua,” ungkapnya.
Menurut Zaki, warga sempat menyisir sejumlah bagian lantai dua untuk mencari keberadaan bocah tersebut. Korban akhirnya ditemukan di sekitar area dekat tangga.
“Sempat kaget. Karena kan masih nyari juga semua di tempat di atas itu. Tahu-tahunya dia di depan, dekat tangga. Baru diangkat sudah,” tuturnya.
Proses evakuasi dilakukan di tengah kondisi rumah yang masih terbakar dan dipenuhi asap. Petugas bersama warga berupaya mengeluarkan korban dari bangunan untuk selanjutnya ditangani sesuai prosedur.
Informasi mengenai kondisi akhir korban masih berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi dan belum dijelaskan lebih lanjut dalam materi yang diperoleh.
Warga lainnya, Fajar, menyampaikan informasi mengenai dugaan awal mula kebakaran. Berdasarkan keterangan yang diperolehnya dari kakak korban, Devan diduga sedang bermain korek api di lantai dua sebelum kebakaran terjadi.
Fajar menuturkan kakak korban yang juga berada di lantai dua sempat terkena api hingga rambutnya terbakar. Ia kemudian berlari menuju lantai bawah untuk menyelamatkan diri.
“Dia bilang adiknya tadi di situ main korek. Pas ditanyain, ‘Mana adikmu di situ?’ Nah, main apa? Main korek. Kakaknya lari turun,” ujar Fajar.
Setelah berada di bawah, kakak korban baru menyadari adiknya masih berada di dalam rumah. Informasi itu kemudian disampaikan kepada warga.
Namun, saat warga mengetahui korban masih berada di lantai dua, api sudah membesar. Kondisi tersebut membuat upaya penyelamatan menjadi semakin sulit.
“Ndak ada, ndak ada yang bisa ngapa-ngapain sudah,” ucap dia. (*)















