KEBAKARAN di Teluk Pandan menghanguskan sebuah bangunan rumah yang difungsikan sebagai bengkel kayu di Jalan Poros Bontang–Sangatta, RT 11, Desa Soekarahmat, Teluk Pandan, hingga menyisakan puing. Musibah yang diduga dipicu hubungan arus pendek listrik ini menyebabkan tiga kepala keluarga dengan total 13 jiwa kehilangan tempat tinggal.
Kobaran api membakar area seluas kurang lebih 400 meter persegi. Material bangunan yang didominasi kayu membuat api menjalar begitu cepat, melahap hampir seluruh harta benda pemilik rumah tanpa sempat diselamatkan.
Saat insiden terjadi, tujuh penghuni berada di dalam bangunan. Pemilik rumah, Hariani, menuturkan bahwa tidak ada aktivitas mencurigakan sebelum titik api terlihat membesar secara mendadak dari arah kamar tidur.
Suami Hariani, Lubis, mencoba memadamkan titik api awal seorang diri demi mencegah perambatan. Upaya darurat tersebut menyebabkan Lubis menderita luka bakar pada punggung tangan serta kaki, sehingga harus segera dilarikan ke rumah sakit untuk penanganan medis.
Tim penanggulangan bencana bertindak cepat sesaat setelah menerima laporan warga. Sebelum armada utama tiba, petugas dari Manggala Agni sudah berada di titik kejadian untuk mengisolasi kobaran api agar tidak merembet semakin luas.
Dinas Pemadam Kebakaran merespons cepat laporan masyarakat dengan menerjunkan armada lengkap ke lokasi musibah.
"Begitu menerima laporan, kami langsung menerjunkan 8 unit yang terdiri dari 4 mobil suplai, 3 mobil pemadam, dan 1 unit rescue. Sebelum tim kami tiba, rekan-rekan dari Manggala Agni sudah lebih dulu melakukan upaya pemadaman di lokasi," ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Amiluddin.
Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran, Sarkani, mengonfirmasi estimasi total area terdampak musibah ini. "Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 400 meter persegi," tuturnya. Dampak rambatan api juga dilaporkan mengenai bagian bangunan rumah di sebelahnya.
Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik sebagai pemicu utama bencana kebakaran ini. Pihak kepolisian dan instansi berwenang masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengonfirmasi penyebab pasti peristiwa tersebut. (*)















