PEMERINTAH Kota Bontang memastikan penyaluran insentif daerah bagi ribuan penggiat agama, imam masjid, guru swasta, kader Posyandu, hingga ketua RT tetap berjalan lancar. Kebijakan ini dipertahankan sebagai bentuk apresiasi nyata atas kontribusi masyarakat, kendati kapasitas APBD Bontang tengah mengalami penurunan.
Kepastian perlindungan kesejahteraan tersebut disampaikan langsung Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, dalam forum diskusi usai Salat Subuh Berjamaah dan Gerakan Bersih-Bersih Masjid (BBM) di Masjid Al-Furqon, BTN PKT, Kelurahan Belimbing, Minggu (23/8/2026).
"Pemberian insentif ini terus dipertahankan sebagai bentuk apresiasi nyata pemerintah daerah. Ini adalah wujud keselarasan antara pembangunan fisik dan pembangunan spiritual masyarakat," ujar Agus Haris di hadapan jamaah.
Selain membawa kabar kepastian insentif, Pemkot Bontang merespon cepat usulan pengurus Masjid Al-Furqon terkait rencana perbaikan kubah masjid. Agus Haris langsung menginstruksikan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah bersama Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) untuk memproses usulan tersebut sesuai aturan administrasi.
Langkah responsif ini menjadi bagian dari penguatan program sosial dan keagamaan di level akar rumput. Pemkot Bontang juga gencar mendorong aksi sosial seperti program Tengok Tetangga dan gerakan kebersihan lingkungan guna menjaga soliditas warga.
Menghadapi tantangan cuaca yang tidak menentu serta penurunan debit air akibat musim kemarau, warga diajak untuk memperkuat ketakwaan, memelihara kerukunan, serta menghemat penggunaan air bersih.
Agus Haris menekankan pentingnya transparansi dalam pengalokasian APBD dan pelaksanaan amanah jabatan. Pengelolaan anggaran daerah tidak hanya dipertanggungjawabkan secara administratif, tetapi juga memuat beban moral serta spiritual bagi pimpinan daerah.
"Jabatan itu pasti dipertanggungjawabkan. Bukan hanya keuangan pemerintah yang akan dipertanyakan, tetapi juga bagaimana seorang kepala daerah mengajak masyarakatnya untuk menegakkan salat," tegas Agus Haris megngutip laman Pemkot Bontang.
Agenda dialog interaktif ini turut dihadiri Pj Sekretaris Daerah Kota Bontang Akhmad Suharto, jajaran kepala perangkat daerah, camat, lurah, tokoh agama, hingga tokoh pemuda setempat.
Silaturahmi yang diawali salat subuh berjamaah dan tausiah tersebut menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyuarakan aspirasi secara langsung kepada birokrasi. (*)















