KEBAKARAN lahan Sangatta terjadi di Jalan Ulin, Kelurahan Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara, Kutai Timur (Kutim), Minggu (23/8/2026) sore. Api membakar kawasan semak belukar kering yang lokasinya tidak jauh dari permukiman warga dan workshop penyimpanan alat berat.
Kondisi tersebut membuat warga khawatir api merembet ke area sekitar. Warga pun berupaya melakukan pemadaman secara mandiri sembari menunggu bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim.
Ketua RT 43, Sugiono, mengatakan api pertama kali terlihat sekitar pukul 17.25 Wita. Setelah mengetahui kebakaran, warga langsung bergerak untuk mengendalikan kobaran api menggunakan peralatan yang tersedia.
“Kelihatan sekitar jam 17.25 Wita. Warga berusaha memadamkan dengan alat seadanya,” kata Sugiono.
Upaya warga dilakukan karena lokasi kebakaran berada di kawasan semak belukar yang kondisinya cukup kering. Situasi tersebut membuat api relatif mudah menjalar, terlebih ketika angin bertiup cukup kencang.
Sugiono memperkirakan luas lahan yang terbakar mencapai sekitar setengah lapangan sepak bola.
Setelah melakukan pemadaman secara mandiri, warga kemudian menghubungi BPBD Kutim untuk meminta bantuan penanganan kebakaran.
Namun, hingga berita ini diturunkan, petugas BPBD belum tiba di lokasi.
Warga masih berusaha mengendalikan api dengan peralatan seadanya. Mereka berharap bantuan segera datang agar kobaran tidak semakin meluas.
Kebakaran lahan Sangatta tersebut menjadi perhatian warga karena titik api berada di sekitar kawasan yang memiliki sejumlah bangunan dan aktivitas masyarakat.
Kekhawatiran warga tidak hanya menyangkut permukiman. Di sekitar lokasi kebakaran terdapat workshop yang menjadi tempat penyimpanan sejumlah alat berat.
Jika api merambat ke area tersebut, keberadaan alat berat yang tersimpan di dalam workshop berpotensi terdampak.
Warga pun terus berupaya menjaga agar kobaran api tidak mendekati kawasan permukiman maupun workshop. Kondisi semak yang kering membuat pengendalian api menjadi tantangan tersendiri.
Warga masih melakukan pemadaman sambil menunggu kedatangan petugas BPBD Kutim.
Penanganan cepat diperlukan untuk mencegah kebakaran meluas ke area sekitar, terutama karena titik api berada tidak jauh dari permukiman dan workshop penyimpanan alat berat.
Untuk sementara, warga menjadi pihak yang berada di garis depan dalam upaya mengendalikan kebakaran lahan Sangatta tersebut dengan peralatan yang tersedia.
Situasi di lokasi masih membutuhkan penanganan agar api tidak berkembang dan menjangkau area yang lebih luas. (*)















