NELAYAN asal Bontang Kuala yang sempat dilaporkan hilang saat melaut sejak Kamis (14/8) akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (18/8/2026). Korban ditemukan terombang-ambing di kawasan Teluk Prancis, perairan Sangatta, Kutai Timur.
Operasi pencarian marathon oleh tim SAR gabungan resmi berakhir setelah mengonfirmasi temuan jasad korban di wilayah perairan tetangga tersebut.
Kepala BPBD Bontang Usman, melalui Kabid BPBD Bontang Ismail, membenarkan informasi penemuan jasad warga RT 20 Bontang Kuala tersebut.
Tim SAR gabungan sebelumnya menyisir wilayah perairan dari titik ditemukannya objek awal hingga ke area Kandolo. Pencarian intensif terus dilakukan hingga Selasa siang sebelum sinyal informasi penemuan jasad diterima petugas.
Upaya pencarian korban melibatkan kekuatan personel gabungan dari berbagai unsur. BPBD Bontang menerjunkan satu personel, didampingi dua personel TNI Angkatan Laut, serta lima personel Basarnas.
Penyisiran sempat menghadapi tantangan berat akibat cuaca buruk di perairan terbuka. Sebelum adanya konfirmasi temuan di Teluk Prancis, penyisiran di titik perlintasan lain sempat belum membuahkan hasil.
"Sementara laporan dari tim pencarian di Sangatta dan Teluk Lombok masih nihil," ungkap Ismail saat mengabarkan kondisi penyisiran sebelum jasad korban teridentifikasi.
Usai dikonfirmasi, tim gabungan langsung bergerak mengamankan jasad korban dari perairan Teluk Prancis untuk dibawa menuju daratan Bontang.
Proses evakuasi serta penanganan lanjutan dipusatkan di Pelabuhan Tanjung Laut, Bontang. Petugas mempersiapkan proses penyerahan jenazah kepada pihak keluarga korban usai seluruh prosedur pemeriksaan rampung. (*)













