KEBAKARAN rumah terjadi di kawasan permukiman belakang RS Restu Ibu, Balikpapan Tengah, Selasa (18/8/2026) pagi. Api membakar bagian atas rumah warga di RT 42, Kelurahan Gunung Sari Ilir, yang sebagian bangunannya menggunakan material kayu.
Kebakaran rumah tersebut diketahui setelah sejumlah anak mendatangi kediaman Ketua RT 42 Gunung Sari Ilir, Agus Priyono. Mereka memberitahukan bahwa api sedang berkobar di kawasan belakang permukiman.
“Tiba-tiba anak-anak belakang datang ke rumah, ‘Pak RT! Pak RT kebakaran.’ Langsung saya lari ke belakang,” ujar Agus di lokasi kejadian.
Saat tiba di lokasi, Agus melihat api sudah membesar dan melahap bagian atas rumah. Karena situasi berlangsung cepat, dia mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan kebakaran mulai terjadi.
“Waktu saya lihat, api sudah besar,” kata Agus.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan Usman Ali mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 09.38 Wita.
Petugas langsung bergerak menuju lokasi. Namun, kondisi jalan menuju titik api menjadi tantangan karena akses permukiman cukup sempit.
“Untuk lokasi cukup sulit karena memang hanya unit kecil yang bisa masuk,” jelas Usman.
Kondisi tersebut membuat BPBD mengerahkan armada dari sejumlah sektor agar petugas tetap bisa menjangkau titik kebakaran.
Armada didatangkan dari wilayah utara, selatan, barat, Balikpapan Tengah, serta unit pendukung lainnya.
“Beberapa unit kami arahkan dari utara, dari selatan, dari BMP, dari barat, kota dan tengah sendiri yang juga terdekat. Dibantu dari Brimob untuk pemadaman,” kata Usman.
Secara keseluruhan, sekitar sembilan hingga 10 unit pemadam dikerahkan. Lima unit berasal dari sektor pemadam, sedangkan armada lainnya berfungsi sebagai pendukung penanganan.
Api Membakar Bagian Atas Rumah
Api terutama membakar bagian atas bangunan. Rumah tersebut memiliki struktur yang memadukan material beton dan kayu.
Material kayu membuat petugas harus memastikan bara yang tersisa benar-benar padam agar tidak kembali memicu kobaran.
“Proses pemadaman kurang lebih 30 menit sampai satu jam. Saat ini masih pendinginan karena memang bagian atas rumah ini yang terbakar dari kayu,” ujar Usman.
Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan. Tahap tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api maupun bara yang masih tertinggal di bagian bangunan.
BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kebakaran tersebut.
“Tidak ada korban,” tegas Usman.
Informasi di lokasi menyebut bangunan itu dihuni seorang warga lanjut usia. Sempat muncul kekhawatiran penghuni masih berada di dalam rumah ketika api membesar.
Namun, penghuni dilaporkan berhasil menyelamatkan diri.
BPBD sementara mencatat satu bangunan terdampak kebakaran. Namun, bangunan tersebut memiliki sejumlah bagian atau petak yang menyerupai beberapa ruang seperti kos.
Karena itu, petugas masih melakukan pendataan untuk memastikan tingkat kerusakan bangunan.
“Untuk bangunan sendiri saat ini satu, tapi masih dalam pendataan,” ujar Usman.
Kebakaran di kawasan permukiman padat dengan akses jalan terbatas kembali memperlihatkan tantangan yang dihadapi petugas saat menjangkau titik api.
Armada berukuran kecil harus lebih dahulu mendekati lokasi agar proses pemadaman dapat berlangsung efektif.
Hingga berita ini ditulis, petugas masih melakukan pendinginan dan pendataan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara tersisa sekaligus mengetahui secara pasti tingkat kerusakan bangunan akibat kebakaran. (*)














