PEMKOT Bontang mendorong Kerukunan Pemuda Banjar Kota Bontang mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah. Pesan itu disampaikan Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris saat menghadiri Safari Maulid Nabi Muhammad SAW 40 Malam Majelis Nuruddin sekaligus Tasyakuran Hari Jadi Ke-4 Kerukunan Pemuda Banjar Kota Bontang, Senin (24/8/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung di Jalan Imam Bonjol, Gang Semayang Raya, Kelurahan Gunung Elai, tersebut menjadi ruang silaturahmi antara pemerintah, organisasi kepemudaan, dunia usaha, unsur Forkopimda, aparatur kelurahan, dan tokoh masyarakat.
Agus Haris hadir membawa amanah mewakili Wali Kota Bontang. Ia duduk bersama jajaran Korwil BIN Kota Bontang Nikolaus Aprydza Eko Waldian, perwakilan PT PKT, unsur Forkopimda, aparatur Kelurahan Gunung Elai dan Guntung, serta masyarakat untuk mendengarkan tausiah Guru Mansyur asal Samarinda.
Pemkot Bontang menaruh harapan besar terhadap organisasi kepemudaan sebagai bagian dari kekuatan sosial yang ikut menggerakkan pembangunan kota.
Agus Haris mengatakan organisasi kepemudaan memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi yang berkualitas. Ia berharap Kerukunan Pemuda Banjar tidak hanya menjaga kekompakan internal, tetapi juga aktif memberi manfaat bagi masyarakat.
"Organisasi kepemudaan memiliki peran penting dalam mencetak generasi yang berkualitas. Kerukunan Pemuda Banjar diharapkan terus berkontribusi dalam pembangunan Kota Bontang, baik melalui kegiatan sosial, keagamaan, maupun pemberdayaan masyarakat," ujar Agus Haris saat memberikan sambutan.
Pesan tersebut memperlihatkan bahwa peran pemuda yang diharapkan pemerintah tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Pemuda didorong menjadi bagian dari kerja sosial, keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat.
Agus Haris juga menekankan bahwa pembentukan pemuda yang andal tidak bisa dilepaskan dari lingkungan keluarga dan pendidikan keagamaan.
Dalam pesan yang disampaikannya mewakili pemerintah kota, peran ibu disebut sangat penting sebagai garda terdepan dalam pembinaan akhlak anak.
Untuk memperkuat fondasi tersebut, Pemkot Bontang telah merealisasikan program peningkatan insentif bagi guru mengaji dan tenaga pendidik swasta.
Kebijakan tersebut berjalan bersamaan dengan upaya mempertahankan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Pemerintah berharap kebijakan itu dapat menjaga motivasi ASN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Selain berbicara mengenai kepemudaan dan pendidikan keagamaan, Agus Haris turut menyampaikan persoalan pembangunan yang masih menjadi perhatian Pemkot Bontang, yakni pengendalian banjir.
Ia memaparkan bahwa pemerintah telah menempatkan pengendalian banjir sebagai program super prioritas. Langkah tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan ruang gerak APBD yang terbatas.
Pemkot Bontang, kata Agus Haris, telah menetapkan peta jalan dengan target penyelesaian persoalan banjir pada 2027.
Target tersebut menjadi salah satu pekerjaan penting pemerintah kota karena persoalan banjir berkaitan langsung dengan aktivitas dan kenyamanan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Agus Haris juga menyinggung kondisi iklim Kalimantan Timur yang tengah dilanda kekeringan.
Ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Doa bersama untuk memohon hujan juga disampaikan dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Bagi Pemkot Bontang, keterlibatan pemuda dalam menjaga lingkungan menjadi bagian dari kontribusi sosial yang dapat dilakukan secara langsung di tengah masyarakat.
Kepedulian terhadap lingkungan juga dapat berjalan beriringan dengan kegiatan sosial dan keagamaan yang selama ini menjadi bagian dari aktivitas organisasi kepemudaan.
Agus Haris turut menyampaikan pesan mengenai keterbukaan informasi dan kritik terhadap kebijakan pemerintah.
Pemkot Bontang, menurut dia, menerima kritik dari masyarakat sepanjang disampaikan melalui saluran yang santun, tertulis, dan berbasis data faktual. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk menjaga kondusivitas Kota Bontang.
Pesan itu sekaligus menjadi ajakan agar komunikasi antara masyarakat dan pemerintah berlangsung secara terbuka, tetapi tetap bertanggung jawab.
Di tengah berbagai agenda pembangunan, pemerintah membutuhkan partisipasi masyarakat agar setiap persoalan dapat disampaikan dengan informasi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menutup sambutannya, Agus Haris berharap Kerukunan Pemuda Banjar Kota Bontang semakin kompak dan mampu memperluas kontribusinya bagi masyarakat.
"Semoga Kerukunan Pemuda Banjar Kota Bontang semakin kompak, solid, dan terus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kota Bontang," imbau Agus Haris. (*)















