SEJUMLAH sungai di Kota Bontang mulai mengering saat puncak musim kemarau. Kondisi ini diminta Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni dimanfaatkan untuk mempercepat normalisasi sungai Bontang, terutama dengan mengangkat sedimen yang menumpuk di dasar sungai.
Neni mengatakan pengerukan sedimen lebih mudah dilakukan ketika debit air sungai minim. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kapasitas aliran air sekaligus mengantisipasi potensi genangan saat hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.
"Saya sudah keliling lihat sungai-sungai yang ada di Kota Bontang itu kering. Ini kesempatan kita mengangkat sedimen supaya nanti kalau ada hujan, Bontang tidak kebanjiran lagi," ujar Neni, Senin (31/8/2026).
Neni meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera bergerak melakukan normalisasi sungai. Menurut dia, pekerjaan tersebut tidak seharusnya menunggu persoalan banjir muncul setelah hujan deras.
Sedimen yang menumpuk di dasar sungai dapat mengurangi kapasitas aliran air. Karena itu, kondisi sungai yang sedang minim air dinilai menjadi momentum untuk melakukan pengerukan.
Neni berharap pembenahan yang dilakukan selama kemarau dapat membuat sistem pengendalian air di Kota Bontang lebih siap ketika musim hujan datang.
"Kita berdoa juga setelah itu mudah-mudahan bisa hujan, tapi jangan banjir," katanya.
Musim Kemarau Diperkirakan hingga Oktober atau November
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang disampaikan Neni, musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga Oktober atau November.
Setelah periode tersebut, curah hujan berpotensi kembali meningkat. Pemerintah Kota Bontang karena itu diminta memanfaatkan waktu selama kemarau untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan yang berkaitan dengan infrastruktur pengendalian air.
Neni tidak hanya menyoroti normalisasi sungai, tetapi juga meminta pembenahan drainase dan pekerjaan infrastruktur lainnya dipercepat.
"Mumpung kondisi cuaca sedang panas, pembangunan infrastruktur bisa lebih cepat, tidak terganggu cuaca. Saya minta semua kegiatan-kegiatan di Kota Bontang bisa diselesaikan," tegasnya.
Neni meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait memetakan titik-titik sungai dan drainase yang membutuhkan penanganan.
Pemetaan tersebut diperlukan agar pekerjaan dapat dilakukan secara tepat dan tidak melewati momentum kemarau. Pemerintah juga diminta memastikan berbagai pekerjaan selesai sebelum hujan kembali meningkat.
Bagi Neni, percepatan pembenahan menjadi bagian dari langkah antisipasi pemerintah menghadapi perubahan musim.
Normalisasi sungai Bontang menjadi salah satu langkah yang didorong pemerintah untuk mengantisipasi persoalan banjir. Pengerukan sedimen dilakukan saat kondisi sungai kering agar pekerjaan di lapangan lebih mudah.
Waktu selama musim kemarau juga diminta tidak terbuang. Selain sungai dan drainase, berbagai pembangunan infrastruktur di Kota Bontang didorong untuk segera diselesaikan karena kondisi cuaca dinilai mendukung percepatan pekerjaan.
Pemerintah berharap upaya tersebut tidak hanya menyelesaikan persoalan sedimentasi, tetapi juga memperkuat kesiapan sistem pengendalian air menghadapi perubahan musim.
"Harapan saya dengan semua pembenahan yang dilakukan kapasitas sistem pengendalian air di Kota Bontang menjadi lebih siap menghadapi perubahan musim," tutup Neni. (*)















