WALI Kota Bontang meresmikan inovasi SI-ODO (One Day One Egg) dan Gerakan Peduli Kader di Balai Pertemuan Umum Kantor Lurah Tanjung Laut Indah, Selasa (1/9/2026). Langkah strategis ini diluncurkan untuk mempercepat penurunan stunting di Bontang melalui pemberian nutrisi harian secara berkelanjutan.
Program intervensi gizi berbasis komunitas tersebut mendapat sokongan penuh dari dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pupuk Kalimantan Timur. Sinergi ini memperkuat barisan penanganan gizi buruk di tingkat kelurahan.
Peluncuran program dihadiri Camat Bontang Selatan Ahmad Effa Yuliansyah, Lurah Tanjung Laut Indah Elis Biantoro, perwakilan Dinas Kesehatan, serta manajemen PT Pupuk Kaltim. Hadir pula jajaran Forum RT dan para kader posyandu wilayah setempat.
Lurah Tanjung Laut Indah, Elis Biantoro, mengungkapkan bahwa data operasi timbang serentak pada Juni 2026 mencatat 153 balita di wilayahnya mengalami stunting. Penanganan cepat langsung disiapkan melalui skema inovatif SI-ODO.
Melalui SI-ODO, sebanyak 108 balita menjadi sasaran tahap awal berdasarkan komitmen tertulis dari orang tua. Setiap anak menerima satu butir telur rebus saban hari selama 30 hari berturut-turut.
"Keberhasilan program didukung penuh oleh semangat Peduli Kader. Seluruh kader Posyandu melakukan pemantauan langsung yang diperkuat oleh keterlibatan pegawai Kelurahan Tanjung Laut Indah sebagai koordinator," ujar Elis saat memaparkan laporan pembukaan.
Wali Kota Bontang memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi konkret yang ditunjukkan Kelurahan Tanjung Laut Indah. Menurutnya, masalah gizi tidak dapat diselesaikan sendiri oleh dinas teknis tanpa intervensi di tingkat akar rumput.
"Dengan jumlah 33 RT dan sasaran balita yang relatif terukur, setiap RT bersama kader harus mengambil peran sebagai orang tua asuh. Program One Day One Egg dipilih karena telur merupakan sumber protein hewani yang terjangkau dan efektif untuk pembentukan jaringan otak serta otot anak," tegas Wali Kota Bontang.
Capaian penurunan stunting di Bontang saat ini sudah menyentuh angka 14,03 persen. Angka tersebut mencatatkan posisi Bontang jauh lebih baik dibanding rata-rata prevalensi nasional.
Pemerintah Kota Bontang kini mematok target yang lebih agresif. Prevalensi stunting ditargetkan mampu ditekan hingga di bawah 10 persen atau mencapai angka satu digit dalam waktu dekat.
Strategi pencapaian target melibatkan pemantauan kesehatan remaja, pendampingan pasangan usia subur, perbaikan sanitasi lingkungan, hingga pemenuhan gizi keluarga secara intensif.
Rangkaian acara juga diisi dengan pembagian bantuan sosial berupa beras dari Bulog, kompor gas, serta pembagian telur rebus yang diserahkan langsung kepada balita sasaran.
Pemerintah Kota Bontang optimistis Kelurahan Tanjung Laut Indah mampu mewujudkan predikat wilayah bebas stunting pada akhir tahun mendatang melalui gerakan yang masif dan terukur ini. (*)















