FESTIVAL Film Akhir Pekan Kaltim 2026 resmi digelar di Temindung Creative Hub Samarinda pada 26–29 Agustus 2026 untuk memungkas rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Ajang kreasi garapan Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur ini berhasil menyedot antusiasme tinggi dengan hadirnya ratusan karya kreatif, termasuk partisipasi dari sineas mancanegara.
Dinas Pariwisata Kaltim mengemas perayaan penutup ini lewat tiga agenda utama sekaligus: Workshop Pengembangan Film Pendek (26–27 Agustus), Pameran Foto dan Pengumuman Lomba Foto/Vlog (27–29 Agustus), serta Festival Film Akhir Pekan (27–29 Agustus).
Rangkaian acara diawali dengan pelatihan sinematografi yang menyasar generasi muda. Sebanyak 30 peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum mendapatkan materi langsung dari para praktisi perfilman lokal.
Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Muhammad Faisal, menegaskan bahwa agenda ini dirancang khusus untuk memperluas cakrawala berpikir para pelaku ekonomi kreatif di daerah.
"Pagi tadi sudah dibuka workshop pengembangan film pendek yang diikuti 30 peserta. Dengan narasumber praktisi dan penggiat film Kaltim yang handal, mudah-mudahan para sineas muda bisa menggali pengetahuan dan wawasan lebih baik," ujar Faisal.
Respon publik terhadap gelaran ini sangat masif. Panitia mencatat 78 peserta mendaftar Lomba Foto, 38 peserta mengikuti Lomba Vlog, dan 111 karya film pendek resmi masuk ke meja panitia Festival Film Akhir Pekan.
Kategori perlombaan film dibagi menjadi empat bagian: Nonkompetisi, Pelajar, Mahasiswa, dan Umum. Seluruh film yang lolos kurasi diputar secara terbuka di Temindung Creative Hub sebelum malam penganugerahan pada Minggu malam.
Pada kategori Pelajar, tiga karya berhasil menembus nominasi: Pertunjukan Terakhir, Alone, dan Sampai Jumpa di Luasnya Samudra. Sementara kategori Mahasiswa diisi oleh film Siti’s Promise, Sangkar, dan Gina.
Persaingan tajam tersaji pada kategori Umum yang menampilkan enam karya pilihan: The Balloon Is a Life Never Celebrated, Fractura, Betarsul, Nama Pertama, Tanpa Bisikan, dan Intel Tepi Gerobak.
Adapun kategori Nonkompetisi menyuguhkan tujuh film bervariasi: Sugeng Ndadi, Reparasi Memori, HOPE, Film Gigi, Ting-ting Dance with Breathes Hope, Kodok Ning Jero Batok, serta WUK.
Festival Film Akhir Pekan tahun ini menghadirkan kejutan. Daya jangkau acara ternyata menembus batas geografis hingga menarik perhatian partisipan luar negeri.
Mantan Kepala Dispar Kota Samarinda tersebut mengonfirmasi kehadiran dua karya asal Amerika Selatan yang turut meramaikan daftar pemutaran film.
"Cukup bangga, event ini ternyata juga menghadirkan film yang berasal dari luar Kaltim. Bahkan ada dua film dari luar Indonesia, berasal dari Brasil," ungkap Faisal.
Masyarakat Samarinda dan sekitarnya diimbau memanfaatkan momen ini untuk menikmati ragam seni visual lokal dan internasional secara gratis sepanjang akhir pekan.
"Silakan datang ke Temindung Creative Hub tanggal 27–29 Agustus 2026, dari pagi hingga malam. Ada pameran foto peserta lomba dan pemutaran film pendek para nominasi Festival Film Akhir Pekan," ajaknya. (*)















