SMA Nasional KPS Balikpapan resmi membuka gelaran Edufair SMA KPS Balikpapan 2026 mulai Selasa (1/9/2026). Pameran pendidikan internasional ini diawali dengan jamuan Gala Dinner pada Senin (31/8/2026) malam sebagai sarana mempererat silaturahmi serta memperkuat jejaring antar-pemangku kepentingan.
Ajang pameran pendidikan tahunan ini menghadirkan 37 perguruan tinggi terkemuka dari dalam dan luar negeri. Didukung IES Foundation sebagai konsultan pendidikan internasional, kegiatan ini juga memfasilitasi tatap muka langsung antara pelajar dan perwakilan kedutaan besar negara-negara sahabat.
Kepala SMA Nasional KPS Balikpapan, Noor Yanti Aziza, menjelaskan bahwa kegiatan jamuan malam menjadi momentum vital untuk membangun konektivitas sebelum masuk ke acara inti. Kehadiran delegasi kampus dan kedutaan mempertegas komitmen sekolah dalam menyediakan akses informasi global bagi generasi muda Kalimantan Timur.
Noor Yanti Aziza memaparkan bahwa Edufair SMA KPS Balikpapan 2026 dirancang khusus sebagai pusat integrasi informasi pendidikan tinggi berskala global. Melalui skema ini, para pelajar tidak lagi perlu menempuh perjalanan jauh ke Jakarta atau luar negeri hanya untuk menggali informasi program studi.
"Anak-anak tidak harus pergi ke Jakarta, tidak harus datang ke kampus-kampus atau kedutaan. Kampusnya yang datang, kedutaannya yang datang ke sekolah kami," tegas perempuan yang akrab disapa Anti tersebut.
Cakupan partisipasi perwakilan negara pada gelaran tahun ini mengalami peningkatan signifikan. Sejumlah negara yang pada tahun-tahun sebelumnya belum terwakili, kini mengirimkan delegasi resminya secara langsung ke Balikpapan.
"Tahun lalu misalnya belum masuk dari Prancis. Ini sudah ada dari Italia, Jepang. Jepang dulu belum datang, eh ada satu ya, tapi ini lebih banyak," lanjut Anti.
Siswa dan orang tua dapat mengonfirmasi perincian biaya kuliah, peluang beasiswa, syarat pendaftaran, hingga adaptasi budaya di negara tujuan. Kehadiran para pembicara ini memangkas jarak geografis serta efisiensi waktu pemeta prospek studi lanjut.
Edufair SMA KPS Balikpapan 2026 tidak terbatas bagi siswa internal, melainkan terbuka umum untuk seluruh pelajar di Kota Balikpapan dan wilayah sekitarnya. Target peserta mencakup murid SMA kelas X hingga XII, serta pelajar jenjang SMP.
Pelajar tingkat SMP dinilai perlu mengenal preferensi perguruan tinggi sejak awal. Langkah ini melatih mereka menetapkan sasaran akademis, memilih jurusan yang presisi, serta membangun orientasi cita-cita yang lebih terukur.
"Jadi mereka akan lebih punya target yang lebih realistis," kata Anti.
Selain pameran pendidikan, panitia mengintegrasikan sesi Career Day untuk memetakan jalur profesi dengan disiplin ilmu perguruan tinggi. Peserta dapat berkonsultasi mengenai korelasi antara pilihan karier masa depan dan jurusan kuliah yang wajib diambil.
Program ini melengkapi jajaran inisiatif unggulan sekolah yang telah berjalan rutin, seperti Goes to Campus dan International Delegation. Seluruh rangkaian acara dibuka secara gratis tanpa pemungutan biaya entry ticket, di mana pengunjung hanya perlu melakukan registrasi di lokasi acara.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, memberikan apresiasi atas konsistensi SMA Nasional KPS Balikpapan. Ia menilai sekolah ini berhasil membuktikan diri sebagai institusi berstandar internasional yang layak menjadi percontohan.
Akses informasi pendidikan yang transparan bagi masyarakat selaras dengan agenda pemerintah daerah dalam mendongkrak indeks pembangunan manusia di Kalimantan Timur.
"Harapan kami, pemuda-pemuda Kota Balikpapan bisa memilih sekolahnya dan melanjutkan pendidikan secara berkelanjutan," ujar Ratih.
Ratih turut mendorong institusi pendidikan lain memanfaatkan keberadaan SMA Nasional KPS Balikpapan sebagai sarana studi tiru. Pembelajaran kolaboratif antar-sekolah diharapkan memicu pemerataan kualitas pendidikan unggul di Balikpapan.
"Sekolah ini kan sudah menjadi role model. Sekolah ini juga membuka kesempatan kepada sekolah-sekolah lain yang ingin belajar. Jadi, bisa dilakukan studi tiru," tuturnya. (*)















