BACITRA Balikpapan semakin diminati masyarakat. Tingkat keterisian penumpang Balikpapan City Trans (Bacitra) mencapai 93 persen hingga 140 persen sepanjang Agustus 2026, menandakan tingginya minat warga menggunakan transportasi publik di Kota Balikpapan.
Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Balikpapan, Agus Budi Prasetyo, mengatakan tingginya keterisian tersebut menjadi indikator bahwa layanan Bacitra dengan konsep Buy The Service (BTS) mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Per hari ini terdapat 21 unit armada bus Bacitra yang melayani 3 koridor, dengan tambahan 3 unit bus sebagai cadangan. Tingkat keterisian di bulan Agustus ini mencapai 93 persen sampai dengan 140 persen,” ungkap Agus, Kamis (27/8/2026).
Menurut Agus, angka keterisian tersebut memperlihatkan antusiasme masyarakat terhadap layanan angkutan umum massal yang disediakan pemerintah melalui skema BTS.
Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Balikpapan mendorong perubahan budaya bertransportasi. Masyarakat diharapkan memiliki alternatif perjalanan yang semakin mudah selain menggunakan kendaraan pribadi.
Tingginya penggunaan Bacitra Balikpapan juga menjadi perhatian karena kota tersebut memiliki posisi strategis sebagai salah satu kota penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Sebagai kota penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN), Kota Balikpapan memegang peranan yang sangat vital dalam mengawal pembangunan nasional. Konsekuensinya, lonjakan mobilitas orang dan logistik meningkat secara signifikan,” jelas Agus.
Peningkatan mobilitas orang dan logistik membuat kebutuhan terhadap sistem transportasi yang terkoneksi semakin penting.
Pemkot Balikpapan kemudian memfokuskan pembangunan bidang perhubungan darat pada penguatan konektivitas, aksesibilitas, serta integrasi angkutan umum massal.
“Dengan visi mewujudkan ‘Balikpapan Nyaman untuk Semua’, kenyamanan kota ini sangat bergantung pada bagaimana kita mengelola transportasi publik hari ini untuk mengantisipasi kemacetan di masa depan,” kata Agus.
Keberadaan Bacitra bersama angkutan antarmoda menuju IKN dinilai menjadi bagian penting dalam mendorong perubahan pola mobilitas masyarakat.
Meningkatnya jumlah pengguna membuat kebutuhan terhadap fasilitas pendukung ikut bertambah. Pemkot Balikpapan menyiapkan pembangunan halte baru di sejumlah koridor utama.
Agus mengatakan pemerintah kota berkomitmen mengalokasikan anggaran sekaligus melakukan perencanaan pembangunan halte di lokasi-lokasi strategis. Fasilitas tersebut dirancang agar layanan transportasi publik lebih mudah dijangkau masyarakat.
“Halte-halte baru ini nantinya dirancang ramah disabilitas, nyaman, dan terintegrasi dengan pusat mobilitas warga,” tuturnya.
Pembangunan halte menjadi salah satu bagian dari penguatan ekosistem transportasi publik. Akses yang lebih mudah diharapkan dapat mendukung peningkatan penggunaan angkutan umum di Balikpapan.
Selain halte, Pemkot Balikpapan menyiapkan zona khusus pick-up dan drop-off di sejumlah simpul mobilitas warga.
Dua lokasi yang disebut Agus antara lain Plaza Balikpapan dan Pelabuhan Semayang. Keberadaan zona khusus tersebut diharapkan membuat perpindahan penumpang menjadi lebih mudah.
“Ditambah dengan sinergi penyediaan zona khusus pick-up dan drop-off di simpul penting seperti Plaza Balikpapan dan Pelabuhan Semayang, ini merupakan upaya untuk mempermudah warga secara bertahap beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi massal,” pungkas Agus. (*)















