PENGGUNA Jalan Syarifuddin Yoes di Balikpapan Selatan segera bernapas lega. Ruas jalan utama yang sempat ditutup total akibat tanah longsor tersebut ditargetkan kembali dibuka untuk masyarakat pada 24 Agustus 2026.
Kepastian ini diperoleh setelah proyek perbaikan dan penguatan struktur jalan selesai dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Balikpapan. Jalur vital tersebut dipastikan langsung beroperasi dua arah secara penuh.
Pantauan di lokasi pada Rabu (19/8/2026) siang menunjukkan area perbaikan sudah memasuki tahap penyelesaian. Struktur badan jalan terlihat kokoh dan siap menampung volume kendaraan harian.
Sejumlah pekerja masih menyelesaikan pengaspalan di beberapa titik kritis. Langkah penuntasan ini menjadi prosedur akhir sebelum pengujian kelayakan dan pembukaan resmi secara umum.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman, mengonfirmasi kesiapan infrastruktur tersebut usai meninjau lapangan bersama tim teknis Dinas PU.
"Hasil kunjungan lapangan kami dengan Dinas PU, kalau tidak ada halangan akan dibuka di tanggal 23 sampai tanggal 24. Dalam waktu dekat," kata Fadli.
Dirangkaikan dengan Peluncuran Car Free Day
Momentum pembukaan kembali akses transportasi ini bertepatan dengan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pemerintah Kota Balikpapan menyiapkan agenda khusus untuk menyambut beroperasinya kembali jalur tersebut.
Dishub merencanakan seremoni pembukaan menyatu dengan agenda kemasyarakatan di kawasan sekitar Balikpapan Selatan.
"Mungkin akan dirangkaikan juga dengan kegiatan launching Car Free Day yang insyaallah akan dilaksanakan di tanggal 23 Agustus 2026 di Taman Tiga Generasi," tutur Fadli.
Fadli menegaskan bahwa manajemen rekayasa lalu lintas sementara akan dicabut total saat pembukaan nanti. Pengendara tidak perlu lagi mengantre atau memutar jauh melalui jalur alternatif.
"Langsung open 100 persen seperti biasanya. Sudah dua jalur," ujarnya.
Secara teknis, keseluruhan pekerjaan fisik penanganan longsor telah menyentuh angka 100 persen. Tim pemeliharaan kini berfokus pada pembersihan sisa material bangunan, perapian marka, serta perawatan akhir agar jalan efektif dan aman dilintasi kendaraan bermotor. (*)















