PEMERINTAH Kota (Pemkot) Balikpapan memperkuat irigasi Gunung Binjai di Balikpapan Timur untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Infrastruktur tersebut diharapkan membuat lahan persawahan lebih terjamin pasokan airnya sehingga petani bisa meningkatkan frekuensi tanam dan panen.
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo mengatakan dukungan terhadap petani dilakukan melalui pembangunan saluran irigasi sekaligus jalan usaha tani.
“Jadi kita memang benar-benar akan melakukan bantuan terhadap petani untuk mempercepat proses pertanian,” ujar Bagus belum lama ini.
Pemkot Balikpapan telah membangun saluran irigasi Gunung Binjai di empat titik kawasan persawahan. Setiap saluran memiliki panjang sekira 750 meter dengan lebar kurang lebih 1,2 meter.
Pembangunan tersebut diarahkan untuk memastikan kebutuhan air lahan pertanian tetap terpenuhi, terutama ketika kawasan memasuki musim kemarau.
Ketersediaan air menjadi faktor penting bagi keberlangsungan aktivitas pertanian. Dengan saluran yang lebih memadai, lahan persawahan diharapkan dapat memperoleh pasokan air secara lebih terjamin.
Bagus mengatakan pembangunan infrastruktur pertanian itu merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat proses produksi sekaligus memberikan kemudahan bagi petani.
“Ada saluran irigasi, kemudian yang kedua kita sudah membuat jalan usaha tani,” tutur Bagus.
Selain irigasi Gunung Binjai, Pemkot Balikpapan membangun jalan usaha tani di kawasan tersebut.
Jalan itu disiapkan untuk menunjang aktivitas petani, mulai dari membawa bibit dan benih hingga mengangkut hasil pertanian untuk dipasarkan.
Dengan akses yang lebih mudah, aktivitas di lahan pertanian diharapkan menjadi lebih cepat dan efisien. Infrastruktur jalan juga menjadi bagian dari dukungan pemerintah terhadap proses produksi hingga distribusi hasil pertanian.
Dukungan terhadap sistem irigasi diarahkan pada peningkatan frekuensi tanam dan panen. Bagus menyebut lahan yang sebelumnya hanya bisa ditanami dan dipanen dua kali dalam setahun diharapkan dapat mencapai tiga kali atau lebih.
“Kalau air tidak ada, ya cuma dua kali setahun. Ini bisa ketiga. Nah, ini kan bisa memberdayakan petani, kemudian juga kebutuhan pangan kita juga bisa naik, tidak bergantung dari luar lagi,” kata Bagus.
Target tersebut membuat keberadaan irigasi Gunung Binjai tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan air di persawahan. Infrastruktur tersebut juga diharapkan mendorong peningkatan produksi pertanian lokal.
Semakin sering lahan dapat ditanami dan dipanen, semakin besar pula peluang peningkatan hasil pertanian yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan pangan di Balikpapan.
Menurut Bagus, peningkatan produksi pertanian dapat memberikan dampak langsung bagi petani sekaligus memperkuat ketersediaan pangan di Balikpapan.
Produksi lokal yang meningkat diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah.
Karena itu, pembangunan infrastruktur pertanian menjadi salah satu bagian penting dalam upaya memperkuat kapasitas lahan yang sudah tersedia di kawasan persawahan Gunung Binjai.
Pembangunan irigasi Gunung Binjai saat ini belum mencakup seluruh kawasan persawahan. Pemkot Balikpapan masih menargetkan agar seluruh area pertanian di kawasan tersebut nantinya mendapatkan aliran irigasi yang memadai.
“Ini baru sebagian. Nanti semuanya harus terairi dengan irigasi seperti ini,” terang Bagus. (*)















