BALIKPAPAN City Trans (Bacitra) kini resmi memiliki titik pick up dan drop off di Plaza Balikpapan. Kehadiran layanan transportasi ini tak hanya menambah pilihan mobilitas bagi pengunjung dan pekerja, tetapi juga dinilai membuka peluang bagi tenant untuk mendongkrak transaksi.
General Manager Plaza Balikpapan, Aries Adriyanto, menjelaskan penyediaan titik pick up dan drop off Bacitra bermula dari komunikasi dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kaltim. Dalam komunikasi tersebut, BPTD turut menawarkan layanan angkutan antarmoda menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kami welcome Bacitra masuk ke Plaza Balikpapan. Menjadi poin pick up dan drop off penumpang Bacitra ke mal. Karena kita melihat potensi ke depannya,” ucap Aries, Kamis (27/8/2026).
Menurut Aries, potensi tersebut sejalan dengan meningkatnya aktivitas di kawasan Plaza Balikpapan. Saat ini, tingkat okupansi apartemen di kawasan tersebut telah mencapai 60 persen dari total 120 unit. Aktivitas pengunjung juga ditopang sejumlah tenant, seperti Matahari dan CGV.
Meningkatnya aktivitas kawasan turut mendorong kebutuhan mobilitas pekerja dan pengunjung. Bacitra dinilai dapat menjadi salah satu pilihan transportasi untuk menunjang kebutuhan tersebut, termasuk memudahkan karyawan yang pulang-pergi kerja.
Bertambahnya aktivitas di kawasan mal turut berpotensi meningkatkan kepadatan kendaraan di sekitarnya. Karena itu, Plaza Balikpapan memilih mendukung penggunaan transportasi massal sebagai langkah antisipasi.
“Traffic pengunjung kami juga terus mengalami peningkatan. Termasuk juga kalau mal baru kita buka, pasti akan macet. Sebelum crowded, kita antisipasi kepadatan,” kata Aries.
Pendapatan Parkir Berkurang, Transaksi Tenant Diharap Naik
Aries mengakui, penggunaan Bacitra berkonsekuensi terhadap pendapatan parkir karena sebagian pengunjung dan pekerja yang sebelumnya memakai kendaraan pribadi berpotensi beralih ke transportasi umum.
Meski begitu, ia menilai potensi penurunan pendapatan parkir tersebut dapat diimbangi dengan aktivitas ekonomi baru di dalam mal. Penumpang yang menunggu jadwal keberangkatan, misalnya, berpeluang memanfaatkan waktu untuk mengunjungi tenant.
“Kalau mereka pulang sambil nunggu, ngopi dulu. Kalau lihat-lihat ada diskon, itu otomatis transaksi yang di tempat kita akan semakin naik,” ujarnya.
Peluang tersebut, lanjut Aries, tak hanya datang dari pengunjung, tetapi juga karyawan perkantoran di sekitar Plaza Balikpapan, termasuk pekerja sektor perbankan, yang dapat memanfaatkan Bacitra untuk perjalanan harian sekaligus beraktivitas di kawasan mal.
Untuk mendukung kelancaran arus kendaraan, Plaza Balikpapan turut menyiapkan akses dari sisi tepi sungai melalui pintu Borneo Bay. Pengaturan ini merupakan bagian dari rekayasa lalu lintas kawasan berdasarkan analisis dampak lalu lintas (andalalin).
Plaza Balikpapan tidak mengenakan biaya masuk untuk titik drop point Bacitra. Kebijakan ini menjadi bentuk dukungan mal terhadap layanan transportasi umum, sebagaimana pernah diterapkan bagi pengemudi ojek online saat pandemi.
“Memang lokasi drop point kita ini area yang tidak kita kenakan cash,” jelas Aries. (*)















