WALI Kota Bontang Neni Moerniaeni mengungkapkan bahwa usia teknis Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bontang diperkirakan hanya tersisa tiga tahun lagi. Pernyataan itu disampaikan saat ia menghadiri Senam dan Jalan Sehat HUT ke-81 Republik Indonesia di RT 14 Kelurahan Gunung Elai, Minggu pagi (30/8/2026).
Acara yang digelar di kawasan Sungai Warna-Warni itu turut dihadiri Ketua Komite I DPD RI Andi Sofyan Hasdam, Lurah Gunung Elai Sulistyo, Ketua RT 14 Faisal, serta jajaran panitia setempat. Ratusan warga tumpah ruah mengikuti senam bersama sebelum melepas rute jalan sehat.
Di hadapan warga, Neni menjelaskan bahwa kapasitas TPA Bontang yang kian menipis mengharuskan perubahan cara mengelola sampah di tingkat rumah tangga. Setiap keluarga diminta memilah sampah organik dan anorganik sebelum dibuang.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperpanjang usia pakai TPA sekaligus mengurangi tumpukan sampah yang berakhir di lokasi pembuangan akhir. Pemkot turut menyiapkan penguatan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) agar sampah bisa didaur ulang lebih maksimal.
Dengan skema itu, pemerintah menargetkan hanya lima persen residu sampah yang benar-benar perlu dibuang ke TPA. Sisanya diharapkan terserap lewat proses daur ulang di tingkat TPST sebelum mencapai tahap akhir pembuangan.
Selain isu sampah, forum tersebut juga menyoroti potensi banjir di kawasan Gunung Elai. Pemkot Bontang disebut terus melaksanakan pembangunan drainase dan pengerukan sedimentasi sungai sebagai upaya mitigasi.
Neni menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur saja tidak cukup tanpa dukungan warga. Ia mengimbau masyarakat menghentikan kebiasaan membuang sampah ke sungai serta menghindari pembakaran lahan yang berisiko memicu kebakaran saat musim kemarau tiba.
Upaya kolektif ini, menurut Neni, menjadi kunci agar Gunung Elai bisa mempertahankan statusnya sebagai salah satu kelurahan terbaik di Bontang. Kelurahan ini bahkan digadang-gadang berpotensi menjadi proyek percontohan tata ruang bersih dan hijau di tingkat nasional.
Suasana perayaan HUT RI turut diramaikan Ketua Komite I DPD RI Andi Sofyan Hasdam, yang menggelar kuis kebangsaan sekaligus menyumbangkan dana hiburan sebesar satu juta rupiah bagi warga yang hadir.
Panitia juga menyerahkan apresiasi Lomba Kebersihan Antar-Gang. Gang Brokoli 6, Brokoli 4, dan Brokoli 5 keluar sebagai pemenang, masing-masing membawa pulang hadiah tambahan sebesar dua ratus ribu rupiah.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan ke stan UMKM kuliner sebelum peserta melepas rute jalan sehat bersama-sama. Bagi Pemkot Bontang, momentum ini menjadi bukti bahwa pertumbuhan ekonomi warga dan upaya menjaga kebersihan kota mesti berjalan beriringan, bukan dua agenda yang terpisah. (*)















