WALI Kota Samarinda Andi Harun memulai proyek pemotongan jalur air alias sodetan di kawasan simpang Jalan Gunung Ciremai. Langkah strategis ini diambil guna menyelesaikan persoalan banjir menahun yang kerap merendam kawasan Jalan Pasundan, Rumah Sakit Dirgahayu, hingga area Merbabu.
Pembangunan sodetan Gunung Ciremai ini bakal berfungsi sebagai saluran pembuangan air darurat yang memangkas jalur drainase lama. Air yang memicu genangan di pemukiman warga akan langsung dialirkan menuju badan Sungai Mahakam.
Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan bahwa proyek infrastruktur ini merupakan komitmen pemerintah daerah dalam menjawab keluhan warga yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun.
"Ini adalah jawaban kami selama puluhan tahun, sebagai solusi atas banjir yang sering terjadi di sekitar Pasundan, termasuk kawasan Rumah Sakit Dirgahayu, bahkan sampai ke Merbabu," ujar Andi Harun saat meninjau lokasi penanganan banjir tersebut.
Pekerjaan fisik proyek pengendalian banjir di kawasan Gunung Ciremai mulai berjalan setelah serangkaian persiapan lapangan tuntas. Pembangunan sodetan Gunung Ciremai ditargetkan rampung sepenuhnya pada Desember 2026.
Sistem drainase eksisting di wilayah Pasundan selama ini menampung beban debit air yang terlalu tinggi saat curah hujan meningkat. Kehadiran sodetan akan membagi volume air secara signifikan sehingga risiko luapan ke jalan raya dan pemukiman bisa ditekan.
Andi Harun optimistis metode ini efektif karena Pemkot Samarinda sudah membuktikan keberhasilan serupa di lokasi lain. Pengalaman penanganan banjir di kawasan Jalan Cipto Mangunkusumo menjadi acuan utama pelaksanaan proyek ini.
"Di Cipto Mangunkusumo, kami sudah berhasil membuang air langsung ke Sungai Mahakam melalui jalur rel, dan sudah sangat berhasil. Inilah yang akan mulai kami kerjakan sejak malam ini," jelas Andi Harun.
Pemkot Samarinda juga menyiapkan proyek sodetan serupa di wilayah Loa Janan Ilir serta kawasan rawan banjir Perumahan Bengkuring secara bertahap.
Pekerjaan fisik di persimpangan jalan berpotensi memicu perlambatan arus kendaraan. Pemerintah Kota Samarinda mengimbau para pengguna jalan untuk mengantisipasi potensi kemacetan lalu lintas di sekitar area Jalan Gunung Ciremai dan Jalan Pasundan selama masa konstruksi.
Andi Harun meminta masyarakat memaklumi kendala mobilitas yang muncul akibat proses pengerjaan saluran pembuangan air ini. (*)















