RATUSAN warga dari sejumlah desa di Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), akhirnya bisa bernapas lega setelah layanan listrik PLN 24 jam menyala resmi beroperasi penuh pada Minggu (29/8/2026) malam.
Peresmian listrik 24 jam ini ditandai dengan penekanan tombol sirene secara simbolis oleh Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman bersama manajemen PT PLN di Halaman Kantor Desa Saka tepat pukul 20.20 WITA.
Penyalaan arus listrik sepanjang hari tersebut mengakhiri masa penantian panjang masyarakat desa yang selama berpuluh-puluh tahun hidup dalam keterbatasan akses energi.
Kehadiran listrik 24 jam menyala tak sekadar mengubah suasana malam dari gelap menjadi terang. Akses energi listrik tanpa henti ini diproyeksikan menjadi penggerak utama sektor pelayanan publik, fasilitas pendidikan, hingga kegiatan ekonomi produktif warga lokal.
Hadir dalam peresmian tersebut jajaran pimpinan PT PLN, Anggota DPRD Kaltim Agusriansyah, Anggota DPRD Kutim Ardiansyah, Kabag SDA Kutim Deky Hermawan, Camat Sangkulirang Cipto Buntoro, jajaran Forkopimcam, serta tokoh masyarakat setempat.
Kepala Desa Saka, Achyanur, tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya saat sambutan peresmian berlangsung di hadapan ratusan warga.
"Alhamdulillah, terang yang telah lama dinantikan kini hadir di Desa Saka. Terima kasih Bapak Bupati Kutai Timur atas perhatian dan komitmen menghadirkan pelayanan listrik 24 jam bagi masyarakat desa," ungkap Achyanur.
Senada dengan Achyanur, Kepala Desa Tepian Terap Eko Sutrisno menegaskan bahwa keberadaan daya listrik penuh menjadi penopang kesejahteraan masyarakat. "Harapan masyarakat Desa Tepian Terap kini menjadi kenyataan. Terang 24 jam membuka jalan bagi pelayanan, pendidikan, usaha, dan kesejahteraan," terangnya.
Dampak positif dari program elektrifikasi ini juga dirasakan oleh desa-desa berorientasi pertanian dan wilayah pesisir. Keberadaan aliran listrik yang lancar diyakini mampu mendorong modernisasi alat pertanian serta pengolahan hasil panen warga.
Kepala Desa Pelawan, Norhanuddin, menyebut momen ini sebagai titik balik kemajuan wilayahnya yang berada di tepian sungai. "Dari tepian Sungai Nibung, masyarakat Desa Pelawan menyampaikan syukur. Listrik 24 jam membawa terang, menggerakkan perekonomian, dan menumbuhkan harapan baru," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Peridan Siprianus Kelen dan Kepala Desa Mandu Dalam Rahmat menggarisbawahi masa tunggu masyarakat yang berlangsung puluhan tahun.
"Setelah puluhan tahun menanti, kini Desa Mandu Dalam menikmati terang sepanjang hari. Ini menjadi energi baru untuk membangun desa yang maju dan mandiri," tegas Rahmat.
Respons positif juga datang dari area pesisir Sangkulirang. Kepala Desa Mandu Pantai Sejahtera, Hendra, mengungkapkan bahwa pasokan listrik sangat krusial untuk menunjang daya saing usaha nelayan dan masyarakat pesisir.
Di bawah naungan langit cerah Sangkulirang, menyalanya listrik 24 jam ini menjadi landasan penting Pemkab Kutim dan PT PLN dalam memeratakan pembangunan infrastruktur dasar di seluruh pelosok daerah. (*)















