MUSIM kemarau yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Timur (Kaltim) memicu lonjakan kasus ISPA Kaltim hingga 20 persen. Dinas Kesehatan (Diskes) Kaltim pun mengimbau masyarakat mulai waspada terhadap paparan debu yang meningkat akibat cuaca kering dan berangin.
Kepala Diskes Kaltim, Jaya Mualimin, membenarkan tren kenaikan kasus infeksi saluran pernapasan akut itu terjadi di beberapa kabupaten/kota. Meski begitu, ia menegaskan peningkatannya masih terkendali, berada di kisaran 10 hingga 20 persen dibanding kondisi normal.
Meminjam data Diskes Kaltim sejak Januari 2026 menunjukkan empat daerah dengan kasus ISPA terbanyak. Balikpapan berada di urutan teratas dengan 66.468 kasus, disusul Samarinda sebanyak 48.230 kasus.
Dua daerah lain, Kutai Kartanegara dan Kutai Barat, masing-masing mencatat 29.153 kasus dan 7.562 kasus. Angka ini menggambarkan beban ISPA belum merata, namun terkonsentrasi di kota-kota dengan mobilitas dan kepadatan tinggi.
Jaya menjelaskan, kemarau membuat tingkat kekeringan tanah dan udara meningkat tajam. Ditambah embusan angin yang cukup kencang, debu jadi lebih mudah beterbangan dan masuk ke saluran pernapasan warga.
"Kami terus mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Paparan debu perlu diantisipasi, terutama oleh anak-anak dan kelompok yang rentan mengalami gangguan pernapasan. Langkah sederhana seperti menggunakan masker saat beraktivitas di luar dapat membantu mengurangi risikonya," ujar Jaya.
Anak-anak menjadi kelompok yang paling perlu diperhatikan di tengah kondisi kemarau ini. Sistem pernapasan mereka lebih sensitif terhadap partikel debu dibanding orang dewasa.
Diskes Kaltim mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memperkuat kewaspadaan. Bukan hanya tanggung jawab pemerintah, pencegahan ISPA juga bergantung pada kesadaran individu menjaga kesehatan diri dan keluarga.
Langkah paling sederhana yang bisa langsung diterapkan adalah memakai masker ketika beraktivitas di luar rumah, terutama di kawasan dengan tingkat paparan debu tinggi seperti area proyek, jalan raya, atau lahan terbuka yang mengering.
Selain memakai masker, warga diimbau memantau kondisi kesehatan diri dan keluarga secara berkala. Jika muncul gejala gangguan pernapasan seperti batuk, sesak, atau iritasi tenggorokan, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
"Dinas Kesehatan bersama jajaran di daerah terus memantau kondisi kesehatan masyarakat dan mendorong langkah pencegahan. Kami berharap masyarakat turut menjaga kesehatan dan segera memanfaatkan layanan kesehatan apabila mengalami keluhan pada saluran pernapasan," imbuh Jaya.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi Pemprov Kaltim mengantisipasi dampak kemarau sekaligus menjaga kesehatan warga secara menyeluruh. Pemerintah provinsi berharap kolaborasi aktif masyarakat dapat menekan angka ISPA di sisa musim kemarau tahun ini. (*)















