WALI Kota Bontang Neni Moerniaeni mendorong seluruh guru PAUD Bontang untuk tidak berkecil hati dalam memperjuangkan profesi mereka. Pesan itu disampaikan saat peringatan HUT Himpaudi ke-21 di Stadion Bessai Berinta, Minggu 6 September 2026.
Acara yang dihadiri seluruh guru PAUD se-Kota Bontang ini bukan sekadar seremoni ulang tahun organisasi. Wali Kota datang didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang, Saparuddin, sebagai bentuk kehadiran langsung pemerintah di tengah para pendidik.
Pertemuan akbar itu dirancang menjadi ruang konsolidasi antara Pemkot Bontang dan tenaga pendidik. Tujuannya menyelaraskan visi pendidikan anak usia dini di kota tersebut.
Pemkot Bontang menempatkan penguatan pengakuan dan kedudukan profesi guru PAUD sebagai agenda yang harus dikawal bersama. Neni meminta para guru terus gigih memperjuangkan penguatan profesi, kesejahteraan, dan peningkatan kualitas pendidikan anak secara kolektif.
"Kita harus bersemangat memberikan pendidikan terbaik, sekaligus memperjuangkan peningkatan kesejahteraan dan kompetensi guru secara berkelanjutan," kata Neni Moerniaeni.
Pemerintah mengakui peran guru PAUD sebagai peletak fondasi awal pendidikan. Tugas mereka jauh melampaui mengajarkan anak membaca dan menulis.
Guru PAUD memegang peran kunci dalam membangun mental dan karakter anak sebelum melangkah ke jenjang pendidikan berikutnya. Karena besarnya tanggung jawab itu, Pemkot Bontang menegaskan akan terus berpihak pada nasib para pendidik usia dini.
Selain soal kesejahteraan, Pemkot Bontang juga meminta guru PAUD menjadi perpanjangan tangan pemerintah di lapangan. Peran ini penting untuk melacak dan memastikan tidak ada anak usia sekolah di Bontang yang kehilangan hak pendidikannya.
Langkah ini menempatkan guru PAUD tidak hanya sebagai pengajar di kelas, tapi juga ujung tombak pendataan sosial pendidikan di tingkat akar rumput.
Di tengah masifnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan, Pemkot Bontang mendorong guru PAUD untuk cepat beradaptasi. Tenaga pendidik diminta memperbarui pengetahuan lewat penguatan literasi informasi, komunikasi, dan pembangunan sikap.
Peningkatan kompetensi ini sejalan dengan fungsi guru sebagai teladan utama bagi anak-anak. Terutama dalam mempraktikkan cara menggunakan teknologi secara bijak dan aman di lingkungan sekolah.
Pemkot Bontang optimistis, sinergi antara peningkatan kesejahteraan yang dikawal pemerintah dan pengembangan kompetensi mandiri oleh guru akan membawa dampak nyata.
Aspek intelektual, spiritual, dan emosional anak-anak Bontang diharapkan bisa berkembang lebih utuh lewat kolaborasi ini. (*)
















