PETA kekuatan dan kendali pertahanan Indonesia bagian tengah mengalami pergeseran besar. Komando Gabungan Wilayah Pertahanan II (Kogabwilhan II) secara resmi memindahkan markas operasionalnya dari Jakarta ke Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim).
Kehadiran markas pertahanan tri-matra di tanah Kalimantan ini menjadi benteng utama dalam mengawal wilayah perbatasan, menjaga stabilitas keamanan, hingga mengamankan objek vital nasional di jantung Indonesia.
Panglima Kogabwilhan II, Marsekal Madya TNI Muzafar, memimpin langsung pendaratan armada utamanya di Base Ops Lanud Dhomber, Balikpapan.
Rombongan perwira tinggi dan personel tempur ini bertolak langsung dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, mengandalkan ketangguhan pesawat angkut strategis TNI AU, Airbus A-400.
Setibanya di bumi Kalimantan, Marsdya Muzafar beserta Kepala Staf Kogabwilhan II Laksda TNI Isswarto dan jajaran pejabat utama langsung disambut jajaran pimpinan daerah.
Panglima Kodam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono bersama jajaran Forkopimda Kaltim menyambut kedatangan pimpinan komando gabungan ini di apron bandara.
Pergeseran personel dan materiil (deployment) skala besar ini dilakukan untuk mempercepat waktu respon (response time) dan meningkatkan efektivitas komando TNI. Posisi Balikpapan yang amat strategis dinilai menjadi kunci utama dalam mengendalikan operasi pertahanan di darat, laut, maupun udara.
Marsdya TNI Muzafar menegaskan, keberadaan Kogabwilhan II di Balikpapan adalah bentuk komitmen nyata TNI untuk selalu berada di titik terdepan pengabdian.
"Pergeseran personel ini adalah komitmen nyata TNI dalam memastikan kesiapan operasional satuan di seluruh penjuru wilayah tanggung jawab Kogabwilhan II," ujar Muzafar usai tiba di Balikpapan.
Muzafar menyadari betul bahwa tugas di wilayah tengah Indonesia penuh tantangan. Karena itu, koordinasi lintas matra menjadi fondasi yang tidak bisa ditawar.
"Sinergitas dan soliditas antar satuan di daerah menjadi kunci utama keberhasilan tugas-tugas TNI ke depan," tambahnya tegas.
Dengan mendaratnya seluruh jajaran komando utama ini, Kogabwilhan II resmi beroperasi penuh dari markas barunya di Balikpapan.
Rangkaian pergeseran pasukan ditutup dengan apel yang dipimpin langsung Pangkogabwilhan II di hadapan seluruh prajuritnya. Seluruh proses perpindahan, mulai dari embarkasi Jakarta hingga penerimaan di Balikpapan, berjalan aman dan tertib. (*)















