WARGA Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) diimbau segera menyiapkan tempat penampungan air sejak jauh hari.
Pasalnya, Perumda Air Minum Tirta Taman Kota Bontang mengumumkan bakal menghentikan sementara distribusi air bersih selama dua hari berturut-turut, yakni pada Sabtu dan Minggu, 25–26 Juli 2026.
Langkah ini terpaksa diambil demi perbaikan jangka panjang. Tim teknis akan menggarap pengerjaan interkoneksi dan integrasi jaringan distribusi utama berdiameter 14 inci serta 16 inci di kawasan Jalan Brigjen Katamso.
Pekerjaan raksasa di jalur pipa utama tersebut merupakan milestone penting. Proyek ini disiapkan untuk menyambungkan pasokan air baku baru dari SPAM Regional eks Void Indominco demi mengentaskan krisis air yang kerap dirasakan warga.
"Kami menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas ketidaknyamanan ini. Kami sangat mengimbau warga di area terdampak untuk mulai menampung air secukupnya sebelum pengerjaan dimulai," tulis manajemen Perumda Tirta Taman melalui Surat Pemberitahuan Nomor: 690/398/Perumda.AM-BTG/VII/2026.
Daftar 16 Wilayah Terdampak Mati Air
Penghentian sementara aliran air ini berdampak cukup luas. Berdasarkan data resmi Perumda Tirta Taman, berikut daftar 16 jalan utama di Bontang yang alirannya terhenti sementara:
Jalan Brigjen Katamso (eks Bhayangkara)
Jalan S. Parman
Jalan Balikpapan
Jalan MT Haryono
Jalan Imam Bonjol
Jalan HM Ardans
Jalan R. Soeprapto
Jalan MH Thamrin
Jalan Awang Long
Jalan Ahmad Yani
Jalan DI Panjaitan
Jalan Cut Nyak Dien
Jalan Pattimura
Jalan Ir. H. Juanda
Jalan Selat Selayar
Jalan Selat Malaka
Pihak manajemen menegaskan, pemadaman sementara ini adalah investasi penting bagi kualitas pelayanan di masa depan. Integrasi pipa baru dari SPAM Regional eks Void Indominco diharapkan bisa membuat debit air yang mengalir ke rumah-rumah warga jauh lebih deras dan stabil.
Proses integrasi jaringan pipa berukuran besar memang memerlukan penghentian aliran secara total demi keamanan pengerjaan di lapangan.
Pihak Perumda Tirta Taman mengapresiasi kesabaran dan kerja sama seluruh masyarakat Bontang selama proses penyempurnaan infrastruktur air bersih ini berlangsung. (*)















